Jumat, 25 September 2020

Pendapatan Merosot, Masyarakat Pilih Beli Makanan Daripada Elektronik

Pendapatan Merosot, Masyarakat Pilih Beli Makanan Daripada Elektronik

Jakarta, Swamedium.com – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan daya beli masyarakat yang terus menurun menjadi pemicu turunnya penjualan elektronik nasional dan matinya pasar elektronik Glodok, Jakarta Barat. Masyarakat memilih belanja kebutuhan pokok daripada elektronik.

Glodok sempat menjadi pusat perdagangan produk elektronik terbesar di Indonesia sebelum akhirnya satu per satu konsumen mulai meninggalkannya. Kondisinya saat ini hidup segan matipun tak mau, bahkan banyak toko sudah tutup atau beralih fungsi menjadi gudang.

Bima Yudhistira mengungkapkan, dari kacamata ekonomi penyebab sepinya Glodok saat ini diakibatkan lesunya penjualan elektronik yang terjadi secara nasional.

“Rata-rata yang berjualan di Glodok itu produk elektronik. Tahun 2014 perdagangan eceran khususnya elektronik masih tumbuh 6,16%. Tahun 2016 tinggal 3,97%,” katanya di Jakarta, Selasa (18/7) yang dikutip okezone.com.

Artinya sejak 2014 hingga 2016, terjadi penyusutan pertumbuhan penjulan produk elektronik sebanyak 2,19%. Penurunan yang mencapai 2,19% ini pun tak boleh dianggap remeh. Sebab dapat memberi imbas negatif bagi pelaku usaha yang menjual produk elektronik.

Menurut dia, daya beli masyarakat perlu didorong agar semakin membaik. Di tengah daya beli masyarakat yang masih rendah, dana yang dimiliki masyarakat tentu akan lebih difokuskan kepada kebutuhan pokok. Sehingga tak ada alokasi dana untuk keperluan elektronik.

“Kalau secara umum konsumsi masyarakat memang lemah, pendapatan masyarakat juga turun jadi hanya belanja kebutuhan pokok saja menahan belanja barang elektronik,” paparnya lebih lanjut.

Tak hanya itu, penyebab lain melempemnya pusat perbelanjaan Glodok lantaran maraknya toko-toko barang elektronik yang dapat dijadikan alternatif oleh masyarakat. Maka Glodok tak jadi satu-satunya pilihan masyarakat untuk berbelanja.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.