Jumat, 25 September 2020

Agenda Prioritas Nasional, Pemerintah Suntik Modal Rp41 Triliun ke BUMN

Agenda Prioritas Nasional, Pemerintah Suntik Modal Rp41 Triliun ke BUMN

Jakarta, Swamedium.com – Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 telah menyuntik modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 41,164 triliun kepada 35 BUMN. Sayangnya, suntikan modal yang bertujuan untuk mendukung agenda nasional itu belum memberikan hasil yang optimal.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemberian modal tersebut untuk mendukung Agenda Prioritas Nasional. Di antaranya Program Kedaulatan Pangan, program pembangunan infrastruktur dan konektivitas, program pembangunan Maritim, program Industri Pertahanan dan Keamanan Nasional, dan Program Kemandirian ekonomi Nasional.

“PMN itu dibagi jadi 5 agenda. Agenda pertama sebesar Rp 8,17 triliun, agenda kedua sebesar Rp 18,5 triliun, agenda ketiga sebesar Rp 5,15 triliun, agenda keempat sebesar Rp 2,6 triliun, dan agenda kelima sebesar Rp 6,74 triliun,” kata Sri Mulyani di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (19/7).

Dari keseluruhan PMN tersebut, belum ada yang realisasinya mencapai 100 persen.

Sri Mulyani menjelaskan PMN Program Kedaulatan Pangan terealisasi 85,09 persen, PMN program pembangunan infrastruktur dan konektivitas terealisasi 63,84 persen, PMN program pembangunan Maritim terealisasi 16,93 persen, PMN program Industri Pertahanan dan Keamanan Nasional terealisasi 60,05 persen dan PMN Program Kemandirian ekonomi Nasional terealisasi 48,69 persen.

Belum optimalnya realisasi penyerapan PMN ini karena masih ada beberapa BUMN yang belum optimal merealisasikan penggunaan PMN. Seperti PT Pelindo IV dan PT ASDP karena keterlambatan perizinan dan pemilihan mitra strategis untuk pembangunan proyek.

PT KAI karena belum tersedianya prasarana rel kereta di jalur trans sumatera yang akan dibangun oleh Kementerian Perhubungan yang rencananya akan dialihkan untuk mendukung LRT Jabodebek. Untuk PT Pelni alasannya karena masih dalam proses tender pengadaan kapal.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.