Kamis, 24 September 2020

Dua Terdakwa Korupsi E-KTP Divonis Tujuh dan Lima Tahun Penjara

Dua Terdakwa Korupsi E-KTP Divonis Tujuh dan Lima Tahun Penjara

Foto: Eks Direktur Anggaran III pada Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sambas Mulyana mengaku tidak mengetahui kalau ada pembagian fee dana e-KTP yang diperoleh rekan-rekannya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). (Jamal/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Perkara korupsi Kartu Tanda Pendudukk Elektronik (e-KTP) memasuki bababk baru. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta telah menjatuhkan vonis masing-masing tujuh tahun dan lima tahun penjara bagi kedua terdakwa, Irman dan Sugiharto setelah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi dalam pengadaan e-KTP.

Selain itu, Ketua Majelis Hakim John Halasan Butarbutar juga mewajibkan kedua terdakwa membayar denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan untuk Irman danRp 400 juta subsider enam bulan kurungan untuk Sugiharto.

“Irman dan Sugiharto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana korupsi bersama-sama,” kata John saat membacakan vonis di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (20/7).

Hakim menyebut Irman dan Sugiharto telah menyalahgunakan wewenang jabatan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang merugikan keuangan negara.

Dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri itu terbukti melanggar Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.