Rabu, 23 September 2020

Isu Reshuffle, Kabinet Bingung Produk dari Presiden Bingung

Isu Reshuffle, Kabinet Bingung Produk dari Presiden Bingung

Foto: Presiden RI Joko Widodo. (ist)

Oleh: Pradipa Yoedhanegara*

Jakarta, Swamedium.com — Beberapa waktu kedepan mungkin publik akan kembali disajikan sebuah tontonan menarik yang akan menyedot perhatian ramai yang terjadi di istana negara, yaitu seputar dramatikal politik penguasa mengenai “Reshuffle” kabinet kerja dibawah kepemimpinan rezim Presiden Jokowidodo.

Tampaknya sang Presiden menjadi seperti orang yang sedang galau ataupun tidak percaya diri, sehingga harus kembali memodifikasi kabinetnya yang notabene merupakan para pembantu presiden yang diangkat melalui mekanisme kompromi politik dengan partai pendukung pemerintah saat ini dan kompromi antara tuan presiden dengan para tim suksesnya terdahulu.

Sekedar ingin mengingatkan kembali memory masyarakat luas, sebelum Joko Wododo terpilih menjadi Presiden di negeri ini, yang bersangkutan pernah berjanji kepada publik, kalau kabinet yang akan dibentuknya nanti adalah “Kabinet Ramping, dan tidak akan bagi-bagi kekuasaan, serta tidak akan melakukan Kompromi Politik kepada siapapun termasuk kepada tim sukses ataupun dengan partai politik pendukung dalam membentuk kabinetnya yang kemudian diberi nama sebagai Kabinet Kerja.

Namun apa boleh dikata ternyata statement tuan presiden yang sudah terlanjur diungkapkan dihadapan publik ternyata tidak bisa di realisasikan sama sekali akibat dari kuatnya tekanan partai politik yang menjadi pendukung pemerintah dimasa kampanye dan mungkin juga tekanan dari tim sukses untuk memasukkan sejumlah nama, demi bergabung dalam kabinet kerja presiden jokowidodo yang kini sepertinya berubah menjadi Kabinet Bingung, karena terbentuknya sebagai akibat dari hasil Produk Bingung tuan presiden.

Loh, kenapa kabinet kerja yang dibentuk ini bisa disebut sebagai “produk bingung”?? Karena tampaknya Presiden yang saat itu terpilih masih berusia, Seumur Jagung (mengutip pernyataan Efendi Simbolon), politikus pdip di parlemen, karena terkesan Presiden Jokowi sama sekali belum memahami dinamika politik yang terjadi saat akan dibentuknya kabinet kerja tersebut.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.