Senin, 16 Mei 2022

Lewat Twitter, Fahri Hamzah Cecar Ketua KPK dengan 10 Pertanyaan

Lewat Twitter, Fahri Hamzah Cecar Ketua KPK dengan 10 Pertanyaan

Foto: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Melalui akun Twitter pribadinya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mencecar Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo dengan 10 pertanyaan terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Kesepuluh pertanyaan itu diajukan Rabu (19/7) malam, dengan memakai tagar #KasusEKTP dan dimention ke akun @KPK_RI.

Banner Iklan Swamedium

“Malam Pak Agus Raharjo, Ketua @KPK_RI yang saya hormati. Semoga bapak tetap bisa istirahat saat kesibukan memuncak,” kata Fahri mengawali cuitannya.

“Jujurlah bapak kepada bangsa ini.. apakah betul bapak terlibat dalam #KasusEKTP yang katanya MEGA KORUPSI itu?” tulis Fahri.

“Saya coba membaca biodata bapak dan jabatan bapak saat-saat skandal ini terjadi rasanya perlu penjelas,” tulisnya lagi.

Kemudian Fahri menuturkan, Agus menjadi Ketua KPK sejak 21 Desember 2015, tetapi juga ternyata adalah pendiri dan kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sejak tahun 2010. Fahri menjelaskan, LKPP adalah Lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab kepada presiden.

“Dan saat bapak memimpin sejak 2010 lah KasusEKTP ini terjadi. Padahal bapak bertugas mendisain sistem pengadaan,” tulisnya.

Fahri juga menyatakan keheranan terhadap surat dakwaan Irman dan Sugiharto yang tidak menyebut peran Agus sama sekali.

“Bagaimana bisa? Bapak penanggungjawab kan?” tanya dia.

Selanjutnya, Fahri pun mencecar Agus dengan 10 pertanyaan sebagai berikut:

1. Setelah sistem lelang disepakati Tim yang LKPP ada di dalamnya apakah betul bapak meminta 9 tender dipecah?

2. Betulkah bapak menyampaikan kepada panitia tender bahwa “Kalau konsorsium Telkom kalah proyek ini bisa gak jalan”.

3. Hal itu terjadi sekitar april 2011 sebelum tender diumumkan, “Betulkah bapak bertemu sekjen dan Irman (terdakwa?)

4. Betulkah bapak minta bertemu 4 mata dengan Mendagri dan ditolak karena Mendagri minta ada saksi dan notulen?

5. Kenapa di dalam dakwaan hanya ada time line lelang tapi tidak muncul bahwa lelang 21 Februari 2010 itu diumumkan setelah dapat persetujuan dari bapak?

6. Kenapa tidak muncul dalam dakwaan bahwa 3 hari setelah lelang diumumkan lalu bapak menginterupsi agar paket dipecah?

7. Kenapa tidak muncul dalam dakwaan bagaimana perdebatan di Kantor Wapres yang dipimpin oleh Pak Sofyan Jalil untuk menuntaskan masalah dengan bapak?

8. Lalu tiba-tiba mendekati lelang, PT Telkom tiba-tiba ikut dan bapak meyakinkan panitia bahwa hanya PT Telkom yang bisa mengerjakan proyek ini?

9. Bukankah pernah ada kesepakatan PT Telkom tidak ikut jadi peserta tapi akan dijadikan sebagai penyedia layanan?

10. Apakah bapak mengetahui penggeledahan kantor Kemendagri tgl 4 Mei 2011 oleh Polda METRO?

“Inilah 10 pertanyaan yang sebetulnya masih banyak. Tapi intinya adalah apakah mungkin bapak tidak terlibat KasusEKTP ?” tanya Fahri.

Di akhir cuitan berserinya itu, Fahri mengajak Agus untuk tidak jumawa sebagai pejabat publik, karena menurutnya, semua orang bisa salah.

“Tidak karena bapak bekerja di @KPK_RI tiba-tiba bapak jadi bersih dan tidak punya salah. Manusia sama saja,” ucapnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita