Selasa, 29 September 2020

Penetapan Presidential Treshold, Dewan Jangan Kosong Jiwa

Penetapan Presidential Treshold, Dewan Jangan Kosong Jiwa

Foto: Ferdinand Hutahaean. (Nael Kilimanjaro/swamedium)

Oleh: Ferdinand Hutahaean*

Jakarta, Swamedium.com — Anggota Dewan Yang Terhormat,

Perkenankanlah Saya, hanya seorang Rakyat mewakili diri Saya sendiri dan tidak sedang mewakili orang lain apalagi mengatas namakan Rakyat seperti yang biasa tuan-tuan sebutkan ketika berbicara. Atas nama Rakyat, maka bla..bla..bla… kira – kira begitulah Anggota Dewan Yang Terhormat berbicara karena memang Anggota Dewan yang terhormat berhak menggunakan istilah itu karena Bapak Ibu terpilih mewakili Rakyat di Gedung Parlemen, terlepas bapak ibu terpilih secara Demokratis atau tidak, itu soal lain.

Anggota Dewan Yang Terhormat,

Izinkalah Saya menyampaikan sedikit perasaan dan pemikiran, karena Saya yakin Bapak Ibu bukanlah orang-orang yang kosong jiwanya seperti asumsi yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa panggung politik kita saat ini banyak di isi oleh orang-orang yang kosong jiwanya. Saya sangat paham, bahwa panggung politik terbesar adalah Partai Politik, Dewan Perwakilan Rakyat dan Lembaga Kepresidenan yang dipimpin oleh Jokowi.

Hanya sayang sekali Presiden Jokowi tidak menyebutkan secara jantan di lemabaga mana para politisi yang kosong jiwa tersebut. Harapan Saya semoga itu bukan di Dewan Perwakilan Rakyat dan bukan juga di Partai Politik. Tapi kalau di lembaga kepresidenan, Saya dengan iklas menyetujuinya.

Anggota Dewan Yang Terhormat,

Hari ini Bapak Ibu akan melaksanakan Sidang Paripurna menentukan nasib bangsa ini apakah masih akan menjadi negara Demokrasi atau menjadi Negara yang pura-pura Demokratis. Bapak Ibu akan dihadapkan pada pilihan tentang syarat pengajuan calon presiden atau yang disebut dengan istilah Presidential Threshold.

Sesungguhnya bagi Saya kata Presidential Threshold tersebut baiknya diganti dengan Bahasa Indonesia saja, bahasa kebangsaan kita, bahasa kebanggaan kita, supaya Saya, dan Rakyat dibawah yang kurang pendidikannya mengerti atau bahkan mungkin supaya Presiden kita tidak terbata-bata mengucapkan bahasa Inggris tersebut.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.