Kamis, 24 September 2020

Tolak Presidential Threshold, Gerindra: Bukan Soal Menang Kalah, Konstitusi Harus Tegak

Tolak Presidential Threshold, Gerindra: Bukan Soal Menang Kalah, Konstitusi Harus Tegak

Foto: Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafi'i. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Fraksi Gerindra teguh dalam sikapnya yang ingin meniadakan ambang batas calon presiden atau presidential threshold (PT) dalam RUU Pemilu. Gerindra yakin sikapnya itu sudah sesuai dengan konstitusi.

“Kalau kita (Gerindra), pandangan dari ketum (Prabowo Subianto), jangan berpikir menang atau kalah tapi komitlah pada konstitusi,” kata anggota Fraksi Gerindra, M Syafii, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7) malam.

Menurutnya, PT tidak mungkin diterapkan manakala pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dilakukan serentak, terlebih lagi jika PT diterapkan, maka hal itu sudah basi.

“Sebab, bagaimana mungkin ada PT karena Pilpres dan Pileg dilaksanakan secara serentak dan lebih tidak mungkin lagi menggunakan PT sebelumnya, yaitu 2014 karena itu sudah dipakai untuk pilpres 2014 yang lalu,” tegasnya.

Syafii menegaskan, berapapun angka ambang batas PT bertentangan dengan konstitusi dan ia memastikan Gerindra dalam posisi menolak PT.

“Jadi Gerindra tidak persoal 20 persen, 10 persen, 5 persen, satu persen pun itu menurut gerindra bertentangan dengan konstitusi,” ucap Syafii.

Lebih lanjut Syafii mengatakan, Gerindra siap berjuang penuh dalam paripurna RUU Pemilu malam ini. Ia menyebut apa yang dilakukan Gerindra adalah mencoba mencetak sejarah tegaknya konstitusi di Indonesia.

“Kami tak persoalkan kalah atau menang. Kami ingin menoreh sejarah bahwa kalah pun tak apa asalkan tegak konstitusi,” pungkas Syafii. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.