Selasa, 29 September 2020

12 Serangan Harimau Terjadi dalam Rentang Satu Tahun di Agam

12 Serangan Harimau Terjadi dalam Rentang Satu Tahun di Agam

Foto: Sebanyak 12 kali serangan harimau terjadi dalam kurun waktu tahun 2016 hingga 2017 di Kabupaten Agam, Sumbar. (ilustrasi/ist)

Bukittinggi, Swamedium.com — Sepanjang tahun 2016-2017 terdapat 12 serangan harimau di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pada umumnya yang menjadi korban ada anjing dan kerbau milik warga.

Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan dari BKSDA Bukittinggi, AA Jusmar menyebutkan dalam peta konflik yang dirilis BKSDA tercatat sebanyak 12 kali konflik terjadi di tempat yang berbeda-beda.

“Serangan pertama tercatat di Pauah , Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek pada 27 September 2016. Dari laporan warga ada 7 ekor anjing yang mati dan seekor kerbau dilaporkan terluka,” katanya seperti dikutip klikpositif.

Serangan kedua, terjadi pada 13 Oktober 2016 di Mudiak Lupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, akibatnya seekor anjing mati.

Berikutnya, serangan dilaporkan terjadi di Bukit Gadang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang masih di tanggal yang sama dengan di Mudiak Lupuah, 20 ekor anjing plus seekor kerbau disebutkan mati. Sementara, seekor kerbau lainnya terluka.

Selanjutnya, serangan harimau kembali terjadi. Kali ini di wilayah Songsang pada 10 Februari 2017, di sini 7 anjing turut dilaporkan mati akibat diserang harimau.

Setelahnya, serangan harimau bergeser ke Kecamatan lain, yakni di Palembayan. Pada tanggal 22 Februari 2017, terjadi serangan di Marambuang Nagari Baringin, tiga ekor dilaporkan mati.

Serangan keenam berpindah lagi ke Kecamatan sebelah, yakni di Matur, serangan ini juga terjadi di hari yang sama dengan di Marambuang, tepatnya di Sungai Buluah Nagari Tigo Balai. Di sini, seekor kerbau mati dan 2 lainnya disebutkan terluka.

Pada 3 Maret dan 7 Maret, Nagari Sipinang dan Marambuang, diserang harimau, akibatnya, diSipinang 4 kerbau mati dan seekor lainnya luka. Sementara di Marambuang yang untuk keduakalinya diserang, mengakibatkan seekor kerbau.

Lalu, pada 15 Maret 2017, serangan bergeser ke Jorong Palembayan Tangah, Nagari Ampek Koto Kecamatan Palembayan, seekor kambing dilaporkan mati. BKSDA akhirnya memasang perangkap untuk menghentikan terror harimau nakal tersebut. Sayangnya, hingga sekarang satwa tersebut tak kunjung tertangkap.

Dua hari kemudian, serangan harimau berpindah ke Kecamatan Palupuah, tepatnya di Batang Palupuah, seekor anjing dilaporkan mati.

Serangan kesepuluh, terjadi lagi di Palembayan, tepatnya di Piladang Nagari Ampek Koto, seekor kambing kembali mati pada 20 Maret 2017.
Yang kesebelas, terjadi di Jorong PGRM Kecamatan Tilatang Kamang. Ini serangan paling mematikan dan paling merugikan pemilik ternak, sebab 5 ekor kerbau dilaporkan mati dan 6 ekor lainnya luka.

Terakhir, serangan harimau terjadi di Sitingkai Palupuah, disana harimau membunuh 5 ekor anjing dan 1 ekor kerbau pada 3 Juli 2017.

Sampai sekarang pihak BKSDA belum menemukan harimau yang menyebabkan sejumlah ternak dan anjing milik warga yang mati. Mereka hanya menghimbau warga yang pergi ke ladang untuk terus waspada. (*/d)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.