Kamis, 24 September 2020

Agar Redenominasi Sukses, Pemerintah Perlu Meniru Turki

Agar Redenominasi Sukses, Pemerintah Perlu Meniru Turki

Oleh: Maida Swamedium

Jakarta, Swamedium.com – Dalam sepekan terakhir, masyarakat kembali heboh soal rencana penyederhanaan mata uang rupiah atau redenominasi yang kembali mencuat setelah ada dukungan dari DPR untuk memasukkannya sebagai salah satu program legislasi nasional (proglenas) 2017.

Meski redenominasi baik untuk meningkatkan kredibilitas rupiah terhadap mata uang lainnya, namun kondisi perekenomian yang saat ini dinilai banyak kalangan sedang lesu memunculkan persepsi bermacam-macam dari masyarakat.

Muncul pro dan kontra, apakah wacana redenominasi yang sudah digulirkan oleh Darmin Nasution di tahun 2014-2015 (saat itu Gubernur BI) perlu dilakukan saat ini atau ditunda disebabkan kondisi perekonomian sedang lesu.

Sebagian masyarakat juga mengkhawatirkan redenominasi ini sama dengan kebijakan sanering di era Presiden Soekarno. Ada juga yang mencurigai ini sekedar pengalihan isu atas ketidakmampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi saat ini.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM)Tony Prasetiantono seperti dirilis kumparan.com mengatakan ada banyak faktor yang harus diperhatikan pemerintah sebelum meredenominasi rupiah. Yang pertama adalah menyangkut kondisi ekonomi saat ini. Faktor lainnya adalah inflasi dan cadangan devisa yang dimiliki Indonesia.

Artinya, redenominasi bukan hanya persoalan memotong tiga digit nol pada uang rupiah tetapi lebih dari itu.

“Ya (redenominasi) memang akan membuat kredibilitas rupiah naik karena memotong 3 angka dari Rp 13.000 per dolar bisa jadi Rp 13. Tapi rupiah juga harus dijaga daya saingnya. Karena kalau terlalu kuat, nanti jatuhnya produk kita jadi mahal di pasar internasional,” kata Tony.

Sepakat dengan Tony, redenominasi ini juga membutuhkan dukungan masyarakat, sehingga kebijakan ini perlu disosialisasikan ke masyarakat terlebih dahulu, mengingat masyarakat punya pengalaman traumatis soal kebijakan pemotongan uang/sanering.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.