Minggu, 13 September 2020

Antara Jubah Dan Batik

Antara Jubah Dan Batik

Foto: Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain. (ist)

Oleh: Tengku Zulkarnain*

Jakarta, Swamedium.com — Saya sebenarnya sangat malas melayani komentar komentar yang diarahkan natizen untuk menghina saya. Bagi saya dihina orang sudah biasa dan tidak terlalu berpengaruh bagi jiwa saya, selama saya dalam kebenaran, sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Sunnah nabi Agung Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Alihi Wassallam.

Namun, untuk menghindarkan fitnah yang bersebar, wajiblah saya menjelaskan permasalahan dengan sebisanya.

Bermula dari adanya ungkapan ungkapan yang beredar tentang PENGHINAAN dan Pelecehan JUBAH, SORBAN, JENGGOT, Tasbih, dan tongkat, yang kesemuanya adalah pusaka nabi Agung, maka saya ingin memberikan komentar untuk membela pusaka kanjeng nabi itu. Bukan karena Ingin membela penampilan saya.

Apalagi kemudian, ada postingan foto di mana terlihat dalam foto itu orang orang yang berjubah sedang melaksanakan sholat, Dan Orang berbaju batik sedang sholat. Tapi komentarnya menyebutkan dan membandingkan “lebih baik baju batik untuk sholat, untuk demo”.

Kenapa mesti memberikan komentar begitu. Bukankah lebih baik komentarnya jangan terkesan merendahkan jubah. Dan, bukankah fotonya adalah orang berjubah dan orang pakai memakai baju batik sedang sholat, bukan orang berbaju batik sedang sholat dan orang berjubah sedang demo.
Lalu buat apa komentarnya disebutkan jubah untuk demo? Padahal fotonya orang berjubah sedang SHOLAT?
Saat itu kami berikan komentar :”Lebih baik jubah untuk sholat, daripada batik untuk demo. Lebih baik Jubah untuk demo Penista Agama daripada batik untuk membela Penista Agama”

Di luar dugaan twit itu dianggap sebagai ujaran membenci batik. Apalagi kemudian menjadi “liar” seolah olah saya membenci batik dan membenci pusaka bangsa.

Padahal ungkapan jubah LEBIH BAIK dari batik bukanlah berarti BATIK itu JELEK. Tidak sama sekali.
Dalam Ilmu bahasa di bawah posisi LEBIH BAIK Adalah BAIK, bukan JELEK. ( Isim Tafdhil, atau Comparative Forms). Ini perlu dipahamkan agar jangan berobah jadi “bola liar”

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.