Sabtu, 26 September 2020

Asyari Usman: PDI, Preman Demokrasi Indonesia

Asyari Usman: PDI, Preman Demokrasi Indonesia

Foto: Asyari Usman (Facebook Asyari Usman)

Oleh: Asyari Usman*

Jakarta, Swamedium.com — Untuk kedua kali dalam seminggu ini, cara-cara preman dipertontonkan oleh kolaborasi antara pihak yang berkuasa di Indonesia dan para pendukungnya.

Yang pertama adalah penerbitan Perppu 2/2017 yang memberikan hak kepada pemerintah untuk membubarkan ormas-ormas yang dicapnya sendiri anti-Pancasila. Yang kedua adalah hasil paripurna DPR, dini hari Jumat (20 Juli 2017), yang mensahkan UU Pemilu, yang berintikan Presidential Threshol (PT) 20%. Sekadar informasi, PT 20% merupakan upaya murahan untuk melanjutkan masa jabatan Jokowi di pilpres 2019.

Kedua peristiwa ini didalangi oleh Preman Demokrasi Indonesia (PDI). Yaitu, kekuatan gabungan antara elit pemerintah dan parpol-parpol pendukungnya. Kekuatan gabungan ini jelas merupakan koalisi licik yang akan menghancurkan Indonesia. Kekuatan gabungan ini sangat berbahaya, jauh lebih berbahaya dari preman-preman jalanan.

Preman jalanan masih bisa diatasi dengan kebijakan khusus, sedangkan PDI tidak mudah dihadapi karena mereka memiliki legitimasi, memiliki pasukan intimidasi, dan kekebalan hukum selain juga menyediakan imbalan untuk para pengekor. Preman jalanan tidak memiliki aktor-aktor intelektual, sedangkan PDI terdiri dari orang-orang terdidik dan terlatih. Mereka duduk di pemerintahan dan parlemen. Mereka semua paham konstitusi dan hukum.

Mereka lihai melakukan teror yang “tak berasa teror” terhadap lawan-lawan mereka. Mereka bisa mengintimidasi siapa saja yang mereka anggap sebagai penghalang jalan.

Dalam episode terbaru dini hari tadi, kelihatan jelas posisi parpol-parpol yang terintimidasi dan yang terbeli. PPP yang diketuai oleh Romahurmuziy mengekor koalisi karena si pemimpin punya masalah. Yang lain-lainya membebek karena kepentingan pribadi atau agenda terselubung. Ini ditunjukkan oleh pimpinan PKB, Hanura, NasDem, dan Golkar.

Inilah yang sedang kita hadapi. Premanisme berkostum dinas yang diprakarasi oleh Preman Demokrasi Indonesia.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.