Selasa, 15 September 2020

Demokrasi Membusuk di Tangan Rezim Anti Demokrasi

Demokrasi Membusuk di Tangan Rezim Anti Demokrasi

Foto; Pimpinan Rumah Amanah Rakyat dan Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean. (ist)

Oleh: Ferdinand Hutahaean*

Jakarta, Swamedium.com — Rasanya hampir tidak ada lagi kata yang pas dan tepat menggambarkan watak dan sikap rejim berkuasa saat ini yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Mulai dari kata Anti Demokrasi, Jiwa yang Kosong, Otoriter, Tirani, Diktator dan berbagai macam istilah telah disematkan kepada rejim ini sebagai simbol sikap dan kebijakannya.

Belum lagi mengidentikkannya dengan Louis XVI dari Prancis yang perilakunya dicontoh saat ini, padahal Louis XVI yang memajaki rakyat tinggi dan menindas rakyat serta menjadikan dirinya adalah hukum, akhirnya jatuh diturunkan rakyat dan berakhir tragis dihukum pancung atas segala dosa dan kekejamannya selama memerintah. Itulah Bastille Day yang baru saja diperingati Prancis tanggal 14 Juli lalu sebagai hari kebebasan atau hari kemerdekaan.

Kejadian kemarin yang berlangsung di gedung parlemen DPR RI adalah wujud nyata bagaimana Jokowi sebagai kepala pemerintahan menjadikan dirinya sebagai hukum. Memaksakan kehendak untuk menetapkan RUU Pemilu dengan ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold sebesar 20% adalah bentuk pembunuhan Demokrasi, mematikan demokrasi. Demokrasi dibunuh anti demokrasi.

RUU Pemilu yang berakhir tragis disahkan tadi malam dalam sidang Paripurna yang di pimpin oleh seorang tersangka mega korupsi EKTP Setya Novanto menjadi titik didih dibakarnya Ruh Demokrasi yang harus menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, mengedepankan prinsip adil, jujur dan terbuka dalam pemilu serta harus mengacu kepada konstitusi berbangsa dan bernegara. Mati sudah Ruh Demokrasi dan membusuk ditangan rezim anti demokrasi ini.

Sejak awal sidang dimulai pada menjelang siang, sudah terlihat para anti demokrasi itu bersuara keras agar segera dilakukan pemungutan suara atau voting menetapkan Presidential Threshold.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.