Minggu, 24 Januari 2021

Lewat Program Pemberdayaan, Dompet Dhuafa Bangun Karakter Anak Indonesia

Lewat Program Pemberdayaan, Dompet Dhuafa Bangun Karakter Anak Indonesia

Foto: Salah satu aksi Dompet Dhuafa dalam memberdayakan dan membangun karakter anak Indonesia. (Dok. Dompet Dhuafa)

Jakarta, Swamedium.com — Prestasi anak-anak Indonesia tidak kalah jauh dengan negara-negara maju, banyak prestasi yang ditorehkan dari juara olimpiade sains hingga olimpiade teknologi.

Banner Iklan Swamedium

Namun dibalik itu semua masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Tantangan yang dihadapi anak-anak di Indonesia yaitu pendidikan dan kesehatan, karena tidak semua wilayah di Indonesia dapat menjangkau infrakstruktur pendidikan dan kesehatan yang memadai.

Dompet Dhuafa sebagai garda terdepan dalam memajukan anak-anak Indonesia, mempunyai program yang selalu diserukan seperti Program Anak Indonesia Sehat dan Program 1000 Akta Kelahiran bagi Yatim dan Dhuafa di seluruh Indonesia.

Program Anak Indonesia Sehat (AIS) merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas kehidupan anak-anak di negeri ini. Program ini memastikan anak-anak di usia sekolah di Indonesia mendapatkan asupan gizi yang baik. Sehingga terus terjaga generasi penerus bangsa.

Sementara Program 1000 Akta Kelahiran bagi Yatim dan Dhuafa merupakan program untuk memudahkan ribuan anak-anak di Indonesia dalam mendapatkan akta kelahiran. Sekitar 48% dari jumlah anak-anak Indonesia belum memiliki akta kelahiran. Hal tersebut membuat mereka sulit mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, dan hak-hak mereka lainnya.

Berada dalam garis kemiskinan, membuat anak-anak yatim dhuafa semakin sulit dalam membuat dan mendapatkan akta kelahiran. Terlebih, seringkali berkas-berkas persyaratan pembuatan akta kelahiran yang tidak lengkap. Walaupun pemerintah sudah mensosialisasikan pembebasan biaya dalam pembuatan akta kelahiran, namun fakta di lapangan masih terjadi pemungutan biaya.

“Sudah hampir 13 tahun Dompet Dhuafa berpartisipasi sekaligus menyelenggarakan program-progam pendidikan. Tujuan utama dari proses pendidikan adalah melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas baik kompetensi maupun perilaku. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan tujuan tersebut, Dompet Dhuafa dalam mengelola program-program pendidikan selalu menempatkan pembinaan karakter menjadi aktivitas utama. Aktivitas pembinaan karakter yang diberikan disesuaikan dengan usia penerima manfaat,” urai Direktur Pendidikan Dompet Dhuafa Rina Fatimah melalui keterangan persnya, Sabtu (22/7).

“Selain itu, sekolah sebagai “rumah kedua” bagi anak-anak, tentunya diperlukan lingkungan sekolah yang positif untuk membantu tumbuh kembang anak. Dompet Dhuafa melalui program Sekolah Literasi Indonesia melakukan pendampingan di beberapa sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah, ada yang berbentuk formal maupun non formal,” imbuh dia.

Rina juga mengungkapkan, salah satu aktivitas pendampingan yang dilakukan kepada sekolah-sekolah tersebut yakni bersama-sama sekolah merumuskan nilai-nilai baik yang akan diajarkan kepada peserta didik melalui proses pembiasaan sehingga nilai-nilai baik tersebut akan menjadi budaya sekolah. Menurut dia, budaya sekolah yang positif akan mengurangi tindakan bullying yang terjadi dikalangan peserta didik.

“Peranan keluarga (orangtua) sangat penting dalam perkembangan anak, terutama anak-anak pada usia golden age (0-6 thn), lingkungan yang disediakan oleh keluarga sangat berperan dalam pembentukan seorang anak. Pentingnya peranan keluarga, pemerintah Indonesia telah menunjukkan dukungannya untuk program pendidikan keluarga melalui kebijakan nasional,” kata Rina.

Lebih lanjut Rina menjelaskan, peraturan yang berkaitan dengan pendidikan keluarga yakni peraturan presiden no. 60, thn 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif. Pendidikan keluarga juga masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Selain itu, kata dia, saat ini kemendikbud memiliki laman sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id. Di dalam laman tersebut ada banyak modul yang bisa dijadikan pegangan atau panduan bagi orangtua dalam melakukan pendidikan dan pengasuhan bagi anak-anaknya. Untuk itu, lanjut Rina, pendidikan keluarga menjadi bagian penting untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Tentang Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Selama 24 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita