Senin, 25 Januari 2021

Prabowo Ingatkan Hal Ini Kepada Tentara dan Polisi

Prabowo Ingatkan Hal Ini Kepada Tentara dan Polisi

Foto: Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan pada Silaturahim Nasional Umat Islam di Ponpes Al Ishlah, Bondowoso, Jatim. (ist)

Bondowoso, Swamedium.com — Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto mengingatkan seluruh personel TNI/Polri untuk selalu berada di belakang rakyat.

Banner Iklan Swamedium

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Halalbihalal dan Silaturahim Nasional “Merajut Ukhuwah, Merekatkan Bangsa, Menegakkab Kedaulatan Pancasila” yang berlangsung di Pondok Pesantren modern Al Ishlah, Bondowoso, Jawa Timur, Minggu (23/7).

“Saya pesan kepada adik-adik tentara dan polisi. Hai tentara dan Polisi. Bintang yang ada di pundakmu adalah rakyat yang memberi. Berpihaklah kepada rakyat,” kata Prabowo.

Selanjutnya, Prabowo mengingatkan, bahwa bintang penghargaan dan tanda jasa yang mereka punya adalah pemberian rakyat. Untuk itu, ia meminta TNI dan Polri agar selalu berpihak kepada rakyat.

“Tentara dan polisi, bintang dan tanda jasa yang ada di dadamu adalah pemberian rakyatmu. Oleh karenanya, bela rakyatmu. Bela kebenaran, berpihaklah kepada rakyat bukan kepada asing dan aseng,” tegas Prabowo.

Selain dihadiri oleh Calon Presiden yang diusung Gerindra pada Pilpres 2014 itu, silaturahim nasional tersebut juga dihadiri ratusan ulama dan tokoh nasional lainnya seperti Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir, tokoh reformasi 1998 Amien Rais, dan Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Dalam silaturahim yang digagas oleh Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur (GUIB Jatim) tersebut, disampaikan pula empat pernyataan sikap umat Islam.

Pertama, mengajak kepada seluruh ummat Islam pada khususnya dan seluruh elemen Bangsa pada umumnya untuk menyegarkan kembali wacana pentingnya mempererat silahturahim dan tali persaudaraan dalam wujud Ishlah Nasional, baik antar umat Islam sendiri maupun persaudaraan kebangsaan untuk menjawab berbagai persoalan Bangsa khususnya dalam hal menegakkan Kedaulatan Pancasila.

Kedua, mengimbau kepada pemerintah untuk memposisikan kembali umat Islam, khususnya para ulama sebagai bagian dari elemen yang memperjuangkan Kedaulatan Indonesia dan tidak menciptakan wacana-wacana demarkasi antara Islam dan Pancasila.

Ketiga, mendorong pihak keamanan Negara khususnya Kepolisian Republik Indonesia untuk menegakkan hukum yang memenuhi asas-asas keadilan dan tidak terseret masuk dalam arus politik yang sedang bergejolak.

Keempat, mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak memproduksi wacana-wacana provokatif yang dapat mengadu domba antar umat Islam maupun membenturkan umat Islam dengan umat beragama lainnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita