Selasa, 19 Januari 2021

Jatim Krisis Garam, Inilah Sikap DPRD Jatim

Jatim Krisis Garam, Inilah Sikap DPRD Jatim

Foto: Anggota DPRD Jatim fraksi Gerindra Saifuddin Asmoro. (Iqlima/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Krisis garam yang terjadi di beberapa daerah di Jatim mengundang keprihatinan DPRD Jatim. Pihak Legislatif di tingkat Propinsi ini mendesak pemerintah harus memperhatikan nasib petani garam di Madura agar bisa menekan tingginya harga garam di Jatim.

Banner Iklan Swamedium

“Semua tahu kalau garam diproduksi dari Madura dan tentunya perlu ada perhatian pemerintah untuk kesejahteraan petani garam,” jelas anggota DPRD Jatim fraksi Gerindra Saifuddin Asmoro saat ditemui dikantornya, Senin (24/7).

Politikus asal Madura ini mengatakan perhatian pemprov tak hanya berupa bantuan keuangan saja melainkan perhatian peralatan modern dari pemerintah untuk menghasilkan garam yang berkualitas.

“Selama ini cuma menggunakan peralatan tradisional sehingga harga garam mahal. Tentunya ke depan saya berharap pemerintah memperhatikan mereka,” sambungnya.

Ditambahkan oleh Syaifuddin Asmoro mengatakan pihaknya yakin dengan bantuan tersebut harga garam di Jatim bisa dikendalikan.

“PT Garam tak perlu impor garam untuk dijual di Jatim. Cukup perhatikan nasib petani garam saja, saya yakin harga bisa terjangkau,” jelasnya.

Sekadar diketahui, kelangkaan garam terjadi di Jatim, dimana harga dari petani mencapai Rp4000 hingga Rp5000 per kilogram. Harga tersebut merupakan kenaikan tujuh kali lipat dari harga normal mencapai Rp500 per kilogramnya. (Ari)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita