Minggu, 24 Januari 2021

KSPI: Pemerintah Jangan Bermental Kompeni

KSPI: Pemerintah Jangan Bermental Kompeni

Foto: Presiden KSPI Said Iqbal (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengecam keras rencana Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang menurunkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Banner Iklan Swamedium

Selama ini PTKP berlaku Rp 4,5 juta per bulan atau Rp 54 juta per tahun, akan tetapi rencana ya akan diturunkan menjadi sebesar UMP atau Rp 3,3 juta per bulan.

“Ini lebih parah dari PTKP sebelumnya sebelum UU Tax Amnesty, yaitu Rp 3,5 juta per bulan. Kalau Menkeu akan berlakukan PTKP di UMP, ini seperti rentenir. Itu Kaya VOC, Mental Kompeni!”kata Presiden KSPI, Said Iqbal di Jakarta, Senin (24/7).

Sebelum UU Tax Amnesty dikeluarkan, nilai PTKP berada di kisaran Rp 3 Juta per bulan tidak kena pajak. Namun, lanjut Said kebijakan Menkeu yang menurunkan PTKP dinilai seperti rentenir yang tidak memahami rakyat kecil.

“Dengan Rp 4,5 juta per bulan akan diturunkan senilai UMP itu merugikan para pegawai, pekerja, siapapun yang menerima, ini akan berdampak sangat signifikan terhadap pajak ini,”kata Said.

Said menegaskan, daya beli yang saat ini masih rendah, jika PTKP tetap akan diturunkan, maka beban pekerja akan semakin besar ditambah dengan kewajiban membayar pajak.

“Berarti ada pengeluaran lebih yang harus kita bayar. Padahal daya beli turun dan diakui pemerintah. Jadi itu kan membebani masyarakat, rakyat, buruh,” kata Said. (Ima)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita