Selasa, 26 Januari 2021

Tak Mau Terjebak Macet? Hindari 6 Ruas Jalan Ini di Jakarta

Tak Mau Terjebak Macet? Hindari 6 Ruas Jalan Ini di Jakarta

Foto: Inilah titik-titik ruas pembangunan underpass dan flyover di Jakarta. (Dok. Infografis Dinas Bina Marga DKI)

Jakarta, Swamedium.com — Hampir setiap hari saat ini terjadi kemacetan parah di ruas pembangunan underpass dan flyover di Jakarta. Satu-satunya jalan untuk tidak terperangkap macet adalah menghindari ruas jalan tersebut dan mencari jalur alternatif.

Banner Iklan Swamedium

Pembangunan ruas infrastruktur itu ada underpass Kartini di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, underpass Matraman di kawasan Matraman-Salemba, Jakarta Timur, dan underpass Mampang-Kuningan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Sementara untuk tiga jalan layang dibangun di Bintaro, Cipinang Lontar, dan Pancoran.

Di underpass Kartini di Jalan RA Kartini, kemacetan terjadi sejak Jalan Metro Pondok Indah sampai ke Simpang Jalan TB Simatupang atau pun sebaliknya. Kemacetan biasa terjadi ketika jam berangkat kerja dan pulang kerja.

Kemudian titik macet berikutnya ada di sekitar underpass Matraman, Jakarta Timur. Kemacetan parah berada di perempatan Salemba-Matraman pada pagi dan sore hari, karena adanya pertemuan lalu lintas dari Jatinegara, Pramuka, Salemba, dan Senen memadati jalan.

Titik macet yang tak kalah parah ada di pembangunan underpas Mampang-Kuningan. Kepadatan dan kemacetan ada pada kedua arahnya dan kerap memuncak di persimpangan Jalan Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto.

Konstruksi underpass di sana bahkan membuat kemacetan sudah terasa sejak Jalan Kapten Tendean. Konstruksi jalan layang juga menimbulkan kemacetan. Paling terasa terjadi di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan.

Foto: Inilah titik-titik ruas pembangunan underpass dan flyover di Jakarta. (Dok. Infografis Dinas Bina Marga DKI)

Pancoran menjadi area bermacam konstruksi. Selain jalan layang, di sana juga ada konstruksi jalur light rail transit (LRT) yang semakin menambah sempit jalan mulai dari Jalan MT Haryono hingga persimpangan Jalan Gatot Subroto dan Jalan HR Rasuna Said.

Penyempitan jalan itu kemudian berimbas pada kemacetan parah yang kerap memuncak di perempatan Pancoran. Pasalnya kendaraan dari berbagai arah seperti Pasar Minggu, Cawang, dan Tebet melewati jalan tersebut.

Saat ini di perempatan Matraman dan Mampang, polisi sudah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di persimpang.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, mengatakan, rekayasa arus lalin itu dilakukan sejak Senin (24/7). Kendaraan yang melintas di jalur cepat, dari arah utara ke selatan, dialihkan menuju jalur lambat. Titik pengalihan terjadi di sekitar Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Kendaraan dari jalur cepat dialihkan ke jalur lambat. Bus Transjakarta mix traffic dengan kendaraan reguler,” ujarnya kepada wartawan, Senin (24/7).

Untuk halte bus Transjakarta di Kuningan Timur dialihkan dan berada di luar pagar proyek. Begitu juga dengan halte di Matraman.

Budiyanto mengimbau kepada pengendara untuk mencari jalan alternatif apabila terjadi kemacetan pada areal atau lokasi tersebut.

Pemerintah DKI Jakarta menargetkan pembangunan underpass dan flyover ini rampung pada akhir tahun ini. Artinya sampai proyek selesai, para pengendara harus ekstra sabar untuk melewati ruas jalan tersebut. (*/d)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita