Senin, 28 September 2020

Pembangunan Jalan di Jakarta Dinilai Hanya Mengakomodir Kendaraan Pribadi

Pembangunan Jalan di Jakarta Dinilai Hanya Mengakomodir Kendaraan Pribadi

Foto: Salah satu pembangunan jalan di Jakarta. (Sindonews)

Jakarta, Swamedium.com — Sejumlah pembangunan infrastruktur jalan di Jakarta terbukti tidak efektif dalam mengurai kemacetan. Pembangunan jalan di Jakarta hingga kini dianggap hanya mengakomodir kepentingan pengguna kendaraan pribadi.

Hal itu disampaikan oleh pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwono Joga. Ia mengatakan, pembangunan jalan di Jakarta saat ini hanya mengakomodir kendaraan pribadi, baik itu jalan layang tol, nontol, ataupun simpang susun seperti di Semanggi.

“Bahkan, pembangunan infrastruktur jalan tersebut mengorbankan trotoar dan jalur sepeda lantaran dianggap sebagai kasta terendah,” kata Nirwono di Jakarta, Senin (24/7) kemarin.

Lebih jauh, Nirwono mengatakan, yang membuat dirinya makin prihatin adalah Pemprov DKI telah menomorduakan percepatan pembangunan transportasi massal. Hal ini terlihat dari tidak adanya peremajaan bus sedang, penambahan armada bus Transjakarta yang saling terintegrasi antarmoda transportasi.

“Pembangunan jalan itu harusnya membatasi untuk kendaraan pribadi (motor dan mobil), jalan tol lebih diutamakan untuk truk logistik, bus antarkota bukan kendaraan pribadi,” kata Nirwono seperti dikutip Sindonews.

Bahkan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sudah mengakui, Jalan Layang Nontol (JLNT) seperti di Casablanca-Karet, Jakarta Selatan tidak dapat mengurai kemacetan. Ironisnya, banyak pengguna sepeda motor yang membahayakan keselamatan karena tetap nekad menerobos larangan.

Hal itu juga terjadi dengan simpang susun Semanggi yang akan diresmikan pada 17 Agustus 2017 mendatang. Untuk itu, Djarot lebih memilih untuk meminta kepolisian menindak tegas pengguna sepeda motor yang melanggar ketimbang mengevaluasi rencana pembangunan jalan yang dapat mengurai kemacetan.

“Pemerintah kan sifatnya mengatur, sekaligus melindungi pengguna jalan. Bukan diskriminasi. Digunakan itu sesuai fungsinya. Kalau sampai celaka nanti kita dikira apa lagi,” kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta kemarin.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.