Senin, 25 Januari 2021

Baru di Era Jokowi, Garam Langka dan Mahal

Baru di Era Jokowi, Garam Langka dan Mahal

Foto: Baru kali ini garam menjadi barang yang langka dan mahal di Indonesia. (ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com — Memang aneh, jika garam saat ini menjadi langka dan mahal. Pasalnya, Indonesia dikelilingi lautan yang bisa diolah jadi garam. Tapi inilah kondisinya sekarang ini.

Banner Iklan Swamedium

Mak Emong (63), pemilik rumah makan Sunda di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, mengeluhkan kondisi langkanya garam saat ini. Sudah seminggu ini dia kesulitan mendapatkan garam. Kalaupun ada, harganya sudah naik berkali lipat.

“Setelah Lebaran itu, harga garam terus naik. Saya biasa beli yang isi 10 bungkus Rp 35 ribu, naik menjadi Rp 60 ribu. Naik lagi Rp 85 ribu. Kini hampir seratus tapi barangnya enggak ada,” katanya seperti diberitakan inilah.com, Rabu (26/7).

Mak Emong yang sudah puluhan tahun berdagang kuliner khas Sunda ini, mengaku sudah berupaya mendapatkan garam dengan mengontak kerabatnya yang berada di luar kota. Namun, hasilnya sami mawon, garam langka.

“Saya telpon adik di Cianjur dan Ciamis, enggak ada garam. Ini kok aneh. Baru zamannya Pak Jokowi terjadi kelangkaan garam. Masakan saya jadi kurang resep (enak),” paparnya.

Sekjen Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Cucu Sutara mengakui, sebagian besar industri garam beryodium untuk rumah tangga, mengalami kesulitan bahan baku.

Celakanya, lantaran tak ada bahan baku, industri garam mengurangi jam operasi.

“Banyak karyawan produsen garam konsumsi yang dirumahkan, karena sebagian besar sudah stop produksi. Puluhan ribu orang yang bergantung terhadap produsen garam akan menganggur,” ujar Cucu di Bandung, Senin (24/7).

Saat ini, lanjut Cucu, persediaan garam dalam negeri terus menipis. Dalam kondisi normal, kapasitas produksi dalam negeri sebesar 1,8 juta ton per tahun. Sementara total kebutuhan untuk konsumsi dan industri sebesar 4,3 juta ton per tahun. (*/d)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita