Senin, 25 Januari 2021

Dalam Sepekan, Nilai Denda Tilang di Jakarta Capai Rp2,3 Miliar

Dalam Sepekan, Nilai Denda Tilang di Jakarta Capai Rp2,3 Miliar

Foto: Polisi menerapkan denda tilang Rp. 500 ribu bagi pesepeda motor yang menerobos JLNT Casablanca. (Sindonews)

Jakarta, Swamedium.com — Ditlantas Polda Metro Jaya telah melakukan penindakan pelaku pelanggaran penyalahgunaan trotoar, lawan arah dan penerobos Jalan Layang Nontol (JLNT) Casablanca.

Banner Iklan Swamedium

Hasilnya, denda yang didapat negara dari para pelanggar lalin tersebut mencapai Rp2,3 miliar selama sepekan terakhir. Denda itu diperoleh dari 4.684 pelanggar lalin yang telah ditindak.

“Semua pelanggar dikenakan denda maksimal sebesar Rp500.000,” kata Kadibdit BinGakum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, di Jakarta, Rabu (26/7).

Dari jumlah pelanggar tersebut, lanjut Budiyanto, pihaknya menyita Surat Izin Mengemudi (SIM) sebanyak 2.543 lembar dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebanyak 2.137 lembar.

“Kami berikan tindakan tilang biru dan denda maksimal Rp500.000. Bila dirupiahkan total denda yang dibayar pelanggar lalu lintas mencapai Rp2,3 miliar,” tuturnya.

Budiyanto mengatakan, wilayah yang memiliki pelanggaran terbanyak adalah Jakarta Timur dengan jumlah pelanggar mencapai 1.077 pengendara. Posisi kedua ditempat Jakarta Barat sebanyak 974 pelanggar. Selanjutnya Jakarta Selatan sebanyak 527 penindakan. Sisanya seperti satuan Gakum 293 pelanggar, Tim Tibcar PMJ 392 penindakan, Sat Pamwal 279 pelanggar, Sat Gatur 408 pelanggar, Jakarta Pusat 323 pelanggar, dan Jakarta Utara ada 491 pelanggar.

Budiyanto menjelaskan, seluruh pelanggar nantinya bisa mengambil kembali SIM dan STNK yang disita Kejari di masing-masing wilayah sesuai dengan lokasi penindakan.

Hal itu bisa dilakukan setelah pelanggar melakukan pembayaran denda sebesar Rp500.000.

“Dengan begitu, masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas,” ujar Budiyanto.

Ia pun menjelaskan, penindakan yang dilakukan oleh kepolisian bukan untuk mencari keuntungan melainkan untuk menjaga keselamatan pengendara.

“Uang hasil penindakan atau penilangan langsung masuk ke kas negara. Karena pembayaran dilakukan langsung di bank sehingga tidak lagi bersentuhan dengan petugas,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita