Kamis, 21 Oktober 2021

MK Mulai Gelar Sidang Gugatan Perppu Pembubaran Ormas

MK Mulai Gelar Sidang Gugatan Perppu Pembubaran Ormas

Foto: Pakar Hukum Tata Negara yang menjadi Kuasa Hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Gedung Mahkamah Konstitusi. (Merdeka)

Jakarta, Swamedium.com — Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menggelar sidang gugatan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Keorganisasian Masyarakat ( Perppu Ormas) yang diajukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kuasa hukum HTI Yusril Ihza Mahendra mengatakan, agenda sidang perdana hari ini mendengarkan nasehat hakim terhadap permohonan gugatan.

Banner Iklan Swamedium

Sidang perdana yang digelar MK hari ini akan menjelaskan petitum yang diajukan dalam banding. Ada dua hal yang diajukan oleh HTI yakni materi pengujian secara formil dan materiil.

“Kalau formil menganalisis sebab sebab keluarnya Perppu apalagi sesuai dengan pasal 21 (5) UUD 45 tentang ihwal kepentingan genting yang memaksa,” kata Yusril di Gedung MK, Jakarta, Rabu (26/7).

Selanjutnya Yusril menjelaskan, pengujian yang kedua terkait perumusan dari materi yang ada. Khususnya terkait pasal 59 dan saksi-saksinya antara lain pasal 82 dari pasal ini. Petitum tersebut diajukan karena pemerintah dinilai tidak punya alasan kuat melahirkan Perppu ormas. Karenanya, Yusril ingin menguji Perppu tersebut atau membatalkan pasal 59 Perppu ormas.

“Makanya kami meminta membatalkan Perppu ini setidaknya tidaknya menyatakan beberapa pasal ini khususnya pasal 59 untuk dibatalkan,” jelas Yusril.

Tak hanya itu, Yusril juga ingin meminta pendapat majelis hakim terkait legal standing dari HTI sebagai pihak pemohon. Pasalnya, gugatan didaftarkan ke MK pada 18 Juli 2017, sementara Pemerintah telah mencabut status badan hukum ormas HTI atau membubarkan HTI secara resmi pada 19 Juli 2017.

“Jadi kami mau meminta ketegasan dari hakim tentang HTI saat ini apakah dapat melanjutkan permohonan ini atau tidak,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita