Minggu, 24 Januari 2021

Polisi Ini Kantongi Rp 40 Juta Per Bulan Dari Bisnis Sampah

Polisi Ini Kantongi Rp 40 Juta Per Bulan Dari Bisnis Sampah

Jakarta, Swamedium.com – Apapun profesinya, setiap orang berhak hidup sejahtera selama dalam mendapatkan harta dilakukan dengan cara halal. Itu yang dilakukan oleh Agus Widodo, anggota Satlantas Polrestabes Makassar yang kini sukses merintis usahanya sebagai pengepul sampah berpenghasilan Rp 40 juta per bulan.

Banner Iklan Swamedium

Pangkatnya bukan Jenderal, tapi Agus Widodo bisa memiliki penghasilan jauh melampaui bos di kantornya karena penghasilannya dari sampah mencapai Rp 40 juta per bulan. Luar biasa. Kisahnya sangat menginspirasi sebab polisi ini mampu mengubah sampah menjadi uang. Dan, dia tidak malu menekuni bisnis sampah ini meski profesinya seorang polisi.

Polisi yang berpangkat Aiptu ini bertugas di Gerai Sim Satlantas Polrestabes Makassar di Bassement Trans Studio Mall Makassar, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dua profesi sekaligus sukses dia emban, yakni Angggota Polisi dan Bos Pengepul Sampah.
Menjalani dua profesi ini tidak menjadi beban atau menganggu dirinya sebagai pelayan masyarakat dibagian surat izin mengendarai kendaraan.

Aktivitasnya dimulai subuh hari, sekira pukul 05.00 wita ia sudah bangun untuk menunaikan salat subuh. Setelah itu, ia mempersiapkan diri untuk mengikuti apel pagi pukul 06.00 wita (waktu Makassar).

Setelah Apel, Ia pun melanjutkan tugas mengatur arus lalulintas di jalan raya Kota Makassar sampai pukul 07.30 wita. Karena pelayanan di Gerai SIM Trans Mall dimulai pukul 13.00 wita sampai pukul 19.00 wita. Agus memanfaatkan waktu lowongnya dari 07.30 wita sampai 13.00 wita untuk mengepul sampah olahan.

Sampah yang ia kumpulkan itu berada di pinggir kanal Jl Hertasning, Kecamatan Rappocini, Makassar. Lahan itu diketahui milik Agus, hasil (untung) berbisnis sampah olahan.

“Alhamdulilah, sejak awal tahun 2000 saya jalani profesi pengepul. Hasilnya pun berberkah, selain bisa nafkahi keluarga, saya bisa pekerjakan karyawan saya yang berjumlah 7 orang. Rumah dan tanah pun hasil dari usaha ini,” katanya.

Kesuksesan Agus itu bisa dinikmatinya di dalam kurung waktu 17 tahun, yaitu dari tahun 2000 sampai 2017.

Sebelumnya, Agus, isteri dan anaknya tinggal di Asrama Polisi. Saat itu, semuanya serba pas-pasan dan terbatas. Karena Agus mempunyai rencana untuk masa depan keluarganya, Dia pun menjajaki bisnis yang diawali berdagang kain tahun 98.

Usaha itupun hanya berlangsung setahun. Tak henti sampai disitu, awal tahun 1999 suami dari Munawwarah itu kembali melakoni bisnis kayu, namun karena itu dinilai menganggu kerjanya sebagai Polisi, Agus memutuskan untuk berhenti bisnis kayu.

Karena dua usaha yang ia rintis gagal, Agus pun rehat berbisnis. Namun, karena dia sudah berjanji untuk mensejahterahkan kelurganya, Agus tanpa malu kembali mencoba jadi pengepul.
Dari usaha inilah Agus, akhirnya bisa mendulang untung banyak dari sampah olahan.

Dia menyebutkan bisnis sampah yang awalnya hanya coba-coba, bisa memberikannya kebahagiaan dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Bangganya lagi, jebolan siswa Seba SPN Batua Makassar tahun 94 – 95 ini bisa mempekerjakan tujuh orang karyawan.

Awal menjadi pengepul, Agus harus mengeluarkan keringat dan tahan dari bau sampah. Bagaimana tidak, setelah melaksanakan tugasnya sebagai Polisi, ia lanjut mengumpulkan sampah.

Waktu itu ayah dari tiga anak ini masih bermukim di Asrama polisi Toddopuli. Karena sampah yang ia kumpul jumlahnya banyak, dan menghasilkan bau. Ia pun mencari lahan kosong untuk di sewa.

Usahanya yang kian sukses, membuat tabungannya terkumpul. Untung itupun dibelikan lahan kosong untuk meningkatkan bisnisnya. Seiring berjalnnya waktu, tahun 2007 Agus kembali membeli rumah dan beranjak dari Asrama Polisi.

Lihat Sampah Ambil

Layaknya petugas kebersihan Pemkot Makassar, Aiptu Agus Widodo sampai saat ini tidak malu memungut sampah meski didepan umum.

Bagaimana tidak, sampah itu dia perlakukan sama dengan uang. Begitu berharganya sampah itu bagi Aiptu Agus, selain bisa dijadikan uang, dirinya bisa membantu pemerintah membersihkan sampah yang ada di setiap sudut kota.

Sampah yang di kumpul Agus sendiri dimulai dari botol pecah berwarna coklat, besi tua, seng bekas, kardus, koran bekas, dan plastik.

“Saya gak malu pungut sampah, biar banyak orang. Karena sampah itu adalah uang bagi saya. Lihat sampah ambil, tuh di mobil banyak sampah,” kata Agus sembari tersenyum.(maida)

Sumber: tribunwow

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita