Selasa, 26 Januari 2021

RUU APBN-P 2017 Akan Dibawa ke Sidang Paripurna DPR

RUU APBN-P 2017 Akan Dibawa ke Sidang Paripurna DPR

Foto: ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Rapat kerja antara Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang digelar bersama pemerintah telah menyepakati Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RUU APBN-P) Tahun Anggaran 2017 untuk kemudian disahkan menjadi UU dalam sidang paripurna.

Banner Iklan Swamedium

Dari 10 fraksi yang menyatakan pendapat, hanya Fraksi Gerindra yang menolak untuk menjadikan RUU APBNP 2017 menjadi UU atau meminta dimasukkan dalam pembahasan di tingkat II atau dalam sidang paripurna.

“Dari 10 fraksi yang telah memberikan pandangan, terdapat 8 fraksi yang setuju, 1 fraksi setuju dengan catatan, dan 1 fraksi tidak setuju, yaitu Gerindra. Dengan degala hormat sesuai azas demokrasi setelah mendengar pendapat dari pemerintah kami setujui RUU ini,” kata Pimpinan Banggar Aziz Syamsuddin seperti dikutip Sindonews, Rabu (26/7) malam.

Kedepalan fraksi yang menyetujui antara lain Fraksi Golkar, Fraksi PPP, Fraksi NasDem, Fraksi Hanura, Fraksi Demokrat, Fraksi PAN, Fraksi PKB, dan Fraksi PKS.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi DPR terkait perkembangan dalam pembahasan RUU APBNP 2017 menjadi UU.

“Kami dari pemerintah, sangat menghargai, menyetujui penetapan pengubahan indikator pengubahan makro, juga penetapan dari defisit anggaran dan belanja negara, dengan hal tersebut, maka pemerintah sepakat dengan postur APBN yang sudah disepakati di Banggar. Dalam mengelola secara kredibel, pemerintah berkomitmen menjalankan pelaksanaan APBN dengan baik sesuai apa yang digariskan UU, sehingga efektif membangun Indonesia dan mensejahterakan rakyat secara berkeadilan,” jelas Sri Mulyani.

Dengan disahkannya RUU APBNP 2017 menjadi UU, maka asumsi dasar makro ekonomi yang ditetapkan sebagai berikut :

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, Tingkat inflasi sebesar 4,3%, Suku bunga SPN 3 bulan 5,2%
Nilai tukar rupiah 13.400 per dolar AS, Harga minyak mentah (ICP) USD48 per barel, Lifting minyak 815 ribu barel per hari, dan Lifting gas 1,150 juta barel setara minyak.

Untuk postur APBN-P, belanja negara menjadi Rp2.133,2 triliun dan pendapatan negara sebesar Rp1.736 triliun. Defisit anggaran tercatat Rp397,235 triliun atau 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita