Minggu, 24 Januari 2021

Ada Pasal Selundupan dalam RUU Pemilu?

Ada Pasal Selundupan dalam RUU Pemilu?

Foto: ilustrasi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, terkejut membaca pasal soal kotak suara dalam UU Pemilu yang baru disahkan DPR.
Ia menilai pasal tersebut bisa dianggap sebagai pasal selundupan karena luput dari perhatian masyakarat.

Banner Iklan Swamedium

“Penjelasan pasal 341 lepas dari pantauan banyak kalangan. Karena pembahasan RUU Pemilu yang cenderung tertutup dan yang beredar hanya batang tubuh RUU,” kata Titi beberapa waktu lalu.

Dia juga mengatakan, baru mendapatkan penjelasan RUU pada tanggal 20 Juli atau tepat pada hari rapat paripurna pengesahan RUU Pemilu di DPR RI.

Pasal yang diduga pasal selundupan itu adalah Pasal 341 Ayat (1) huruf a yang berbunyi: “Perlengkapan kotak suara untuk pemungutan suara harus bersifat transparan, yang bermakna bahwa isi kotak suara harus terlihat dari luar.”

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy membantah adanya pasal selundupan di dalam RUU Pemilu yang disusun oleh DPR.

Lukman menegaskan, pasal itu bukan selundupan tapi terang benderang, disetujui oleh fraksi-fraksi dan pemerintah.

“Itu bukan pasal seludupan. Memang tanpa persetujuan Perludem dan KPU, karena KPU tidak pihak yang perlu dimintai persetujuan dalam hal ini,” kata Lukman seperti dikutip Republika, Jumat (28/7).

Dia mengatakan, pasal itu dibuat hanya untuk memperbaiki kualitas Pemilu. Disamping itu, kata Lukman, kotak suara sekarang sudah digunakan berkali kali, sehingga kotak suara sudah banyak yang rusak.

Meski begitu, dia mengakui, kalau KPU tidak mengetahui adanya pasal tersebut. Menurut dia, tidak adanya pemberitahuan itu, untuk menjaga supaya tidak ada pihak-pihak yang melakukan transaksional dengan KPU.

“Mereka jalankan saja perintah undang-undang. Siapa yang mencetak itu kotak suara terserah mereka tak ada hubungan dengan kami. Masak kita dibilang transaksional dengan pasal selundupan, ampun apa maksudnya,” keluh Lukman. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita