Rabu, 20 Januari 2021

PT IBU Jelaskan Soal Kisruh Beras Kepada YLKI

PT IBU Jelaskan Soal Kisruh Beras Kepada YLKI

Foto: Ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Sebanyak enam orang perwakilan dari PT Indo Beras Unggul (PT IBU) datang ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk memberikan informasi terkait kisruh beras miliknya. Kedatangan PT IBU dinilai tepat agar YLKI mendapatkan informasi yang utuh langsung dari pihak yang bermasalah.

Banner Iklan Swamedium

“Kalau ada masalah terkait konsumen, produsen atau pelaku usaha apapun dijelaskan ke YLKI, tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait masalah sebenarnya tidak dari pihak lain, sehingga ada informasi yang utuh,” ungkap Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi di Kantor YLKI, Jakarta Selatan, Jumat (28/7).

Kepada YLKI, PT IBU mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat menelusuri jenis beras apa saja yang ada dalam kemasan, sebab menurut mereka (PT IBU), beras telah tercampur sejak pasca panen.

“Dalam beras itu juga kami cek memang tidak mencantumkan jenis varietas apa. Karena produsen PT IBU tidak bisa menelusuri varietas apa dalam kemasan itu karena memang sejak awal beras yang ada di dalam itu sudah tercampur pasca panen,” ungkap dia.

Adapun yang dicantumkan di kemasan beras produksi PT IBU adalah label SNI, yang menurutnya memang tidak ada kaitannya dengan jenis varietas beras yang ada dalam kemasan atau kandungan gizi yang terdapat dalam beras.

“Kalau beras SNI itu lebih pada indikator fisik seperti tidak tercampur benda lain tidak berbau, tidak ada bekatul, tidak ada binatang, kemudian tidak ada beras yang broken atau remuk dan seterusnya,” katanya.

“Kalau dia produk dengan logo SNI itu indikatornya bukan jenis varietas atau kualitas gizi atau kandungan gizi,” jelas dia.

Selain itu, Tulus juga mengatakan pihak PT IBU juga membantah bahwa beras yang mereka jual sangat mahal harganya. Sebab menurut mereka ada beras dari produsen lain yang jauh lebih mahal.

“Saya tadi sempat tanya, ada enggak beras yang lebih mahal dari ini (beras PT IBU), dia jawab, banyak. Banyak beras merek lain di supermarket lebih mahal dari PT IBU. Jadi dia bilang bukan paling mahal. Dan soal harga ini kan ibarat kata betawi lo jual gue beli. Kan konsumen bisa menilai. Lagipula kalau terlalu mahal bisa ditinggal konsumen,” pungkasnya.

Sebelumnya, juru bicara PT Indo Beras Unggul (PT IBU) Jo Tjong Seng menjelaskan, beras IR64 tidak ada hubungannya dengan jenis beras medium atau premium seperti yang diberitakan selama ini.

Menurutnya, beras IR64 atau beras jenis apapun bisa menjadi jenis beras medium ataupun premium jika diolah dengan menggunakan standar parameter mutu fisik.

Di mana parameter mutu fisik berdasarkan keutuhan beras, untuk premium itu beras patahnya 95 persen. Kualitas beras berdasarkan derajat sosoh, kadar air, dan lain-lain. Selain itu, deskripsi jenis beras medium atau premium bukan berdasarkan pada kandungan gizi.

“Deskripsi mutu premium atau medium itu berdasarkan pada fisik. Bukan tergantung jenis beras dan varietasnya,” jelas Jo. (maida)

Sumber: merdeka.com

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita