Rabu, 20 Januari 2021

Tolak Perppu Ormas, KSHUMI Apresiasi Aksi 287

Tolak Perppu Ormas, KSHUMI Apresiasi Aksi 287

Foto: Aksi 287 yang berlangsung kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) mengapresiasi Aksi 287 yang digelar sejumlah Ormas Islam di bawah komando Presidium Alumni 212, Jumat (28/7). Menurut KSHUMI, segala upaya harus dilakukan elemen bangsa untuk menolak Perppu Ormas.

Banner Iklan Swamedium

KSHUMI berpendapat, hukum adalah produk politik, ikhtiar menjaga konstitusi melalui jalur hukum yaitu di Mahkamah Konstitusi (MK) harus bersinergi dengan gerakan politik untuk memberi dukungan kepada Anggota DPR RI pada masa sidang selanjutnya agar menolak Perppu.

“Semua jalan ditempuh, semua ikhtiar diupayakan, semua sarana dilakukan, sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan peraturan perundang undangan yang berlaku, termasuk aksi massa seperti Aksi 287 hari ini,” kata Ketua Eksekutif Nasional KSHUMI Chandra Purna Irawan, MH melalui keterangan pers yang diterima Swamedium.com, Jumat (28/7).

KSHUMI menilai, Perppu Nomor 2 Tahun 2017 seperti pedang yang digunakan pemegangnya untuk menebas siapapun yang mereka anggap secara sepihak tanpa diberikan ruang untuk melakukan pembelaan.

Menurut Chandra, hal itu terbukti bahwa saat ormasnya sudah dibubarkan, namun pengurus dan anggotanya dalam bayang-bayang ancaman pidana. Selain itu, kata Chandra, hak-hak sipil mereka pun terancam misalnya dipersekusi, ASN (Aparatur Sipil Negara) diminta mundur, pegawai swasta pun tak luput dari incaran. Bahkan, lanjut Chandra, sudah ada pejabat publik di DKI yang berkomentar untuk mencabut status kewarganegaraan pegawai tersebut.

“Semoga semua ikhtiar untuk menjaga konstitusi berbuah Ridho Illahi. Kita semua tidak ingin, hak konstitusional Presiden berupa kewenangan menerbitkan Perppu dijalankan dengan kesewenang-wenangan. Kita tidak ingin negara hukum (rechtstaat) yang diperjuangkan para founding Father negeri ini berubah menjadi negara kekuasan (machtstaat) yang menebarkan rasa takut, teror, ancaman dan kedzaliman,” tegas Chandra. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita