Rabu, 27 Januari 2021

Curhatan Pedagang Gado-gado Soal Naiknya Harga Garam

Curhatan Pedagang Gado-gado Soal Naiknya Harga Garam

Jakarta, Swamedium.com — Harga garam konsumsi yang mulai naik di Jakarta mempengaruhi pedagang yang menggunakan garam sebagai bumbu untuk makanan yang mereka jual. Mereka mengeluhkan garam yang mulai naik harganya.

Banner Iklan Swamedium

Niar, seorang pedagang gado-gado yang berjualan di Halan Camar, Cilincing, Jakarta Utara ini menyampaikan pendapatnya kepada Swamedium.com, Sabtu (29/7).

“Harga garam biasa 2000 sekarang 4000 per bungkus kecil. Sebenernya sih agak ngaruh yah (sama pendapatan), walau cuma garam tapi kan itu bumbu wajib buat gado gado kalo tanpa garam ya aneh rasanya,” tutur dia.

Niar menilai, pemerintah tidak berhasil menyejahterakan rakyat khususnya rakyat kecil. Beberapa harga pangan naik namun terkesan pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Ia pun mengungkapkan, pedagang tidak bisa berbuat banyak lantaran jika menaikkan harga jual, mereka akan kehilangan pelanggan.

“Ini pemerintah kok gini amat yah ma rakyat kecil, cabe masih mahal, sekarang garam ikut naik, mau naikin harga takut pelanggan kabur malah ga dapat duit, yang pasti pendapatan berkurang,” ujar Niar.

Ia pun menyampaikan rasa keheranannya mengapa harga garam bisa tinggi padahal Indonesia memiliki laut yang luas.

“Aneh ya kalo garam itu mahal, emang laut kita udah ngga asin lagi sampe mesti ambil garam dari luar, kata berita mah gitu yah garam sekarang impor,” pungkasnya. (Dip)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita