Selasa, 19 Januari 2021

Pemuda Muhammadiyah Sebut Kasus Novel Terkait Korupsi Oknum Kepolisian

Pemuda Muhammadiyah Sebut Kasus Novel Terkait Korupsi Oknum Kepolisian

Foto: Dahnil Anzar (kiri) berfoto bersama Novel Baswedan dan aktivis HAM, Haris Azhar. (Twitter @Dahnilanzar)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan ada dua poin penting yang menjadi perhatian dan perlu disampaikan kepada masyarakat terkait pernyataan Kapolri setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Dahnil mengaku, dua poin penting itu telah didiskusikan dengan Novel Baswedan.

Banner Iklan Swamedium

Poin pertama, terkait dengan keinginan Kapolri untuk melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi satu tim bersama, dalam penyidikan pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel.

Dahnil mengatakan, Novel menduga Kapolri memiliki bukti dugaan suap atau korupsi yang melibatkan oknum kepolisian. Sehingga harus melibatkan KPK dalam satu tim untuk membongkar kasus penyerangan terhadap Novel.

“Karena, bila tidak ada kasus korupsi, maka permintaan Kapolri membentuk tim bersama dengan KPK, keliru. Karena bukan tupoksi KPK menangani kasus terorisme atau kekerasan seperti yang Novel Baswedan alami,” kata Dahnil, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/8).

Lalu Dahnil menuturkan poin kedua, terkait dengan penolakan Kapolri terhadap pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang independen yang diusulkan kepada Presiden.

“Menurut Novel, seharusnya dengan adanya tim independen yang kredibel, Kapolri terbantu untuk menghadirkan kepercayaan publik. Karena bisa diketahui proses ‘ganjil’ dalam penanganan kasus penyerangan terhadap Novel,” ujar Dahnil.

Karena, menurut Novel yang diamini Dahnil, objektifitas dan kualitas pengusutan akan semakin baik dan Kapolri terbantu untuk mempercepat pengungkapan kasus ini sesegera mungkin.

“Dengan adanya tim independen, Kapolri bisa mengevaluasi kinerja aparaturnya. Agak aneh ini penolakan keras dilakukan Kapolri. Padahal TGPF akan membantu kualitas kerja beliau dalam penanganan kasus Novel,” pungkas Dahnil. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita