Selasa, 26 Januari 2021

Wagub Jabar: Hentikan Proyek Meikarta Sekarang Juga!

Wagub Jabar: Hentikan Proyek Meikarta Sekarang Juga!

Foto: Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. (jurniscom)

Jakarta, Swamedium.com — Mega proyek Lippo Group Meikarta dinilai tak layak diteruskan. Hal itu lantaran hingga kini, pemerintah daerah Kabupaten Bekasi maupun Provinsi Jawa Barat, belum mengeluarkan izin terhadap proyek milik taipan James Riady itu.

Banner Iklan Swamedium

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) menegaskan, mega proyek tersebut harus dihentikan. Ia menyebut, proyek tersebut belum memiliki izin namun sudah dipasarkan.

“Semestinya Meikarta itu atas rekomendasi juga provinsi, dan sekarang juga belum ada izin dari kabupaten tapi sudah dipasarkan, mohon Meikarta menghentikan pembangunan dahulu dan juga pemasaran ini warning dari saya,” ungkap Demiz saat ditemui di Gedung Sate Bandung, seperti dikutip RMOL Jabar, Senin (31/7) kemarin.

Demiz menuturkan, menurut Peraturan Daerah (Perda) nomor 12 tahun 2014 tentang metropolitan, bahwa pembangunan Meikarta harus berdasarkan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi.

“Yang berskala metropolitan itu harus ada rekomendasi dari provinsi tentang kawasan metropolitan perda nomor 12 tahun 2014,” katanya.

Demiz menambahkan, lamanya pemberhentian pembangunan Meikarta sendiri, menunggu Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) selesai pembahasannya.

“RDTR baru dibahas, belum selesai makannya kegiatan pembangunan disana sebaiknya dihentikan sementara juga pemasaran. Sampai jelas RDTR dan keluarnya rekomendasi dari provinsi,” jelasnya.

Demiz mendesak, agar proyek Meikarta dihentikan pembangunannya dan pemasarannya agar tidak menjadi preseden buruk bagi pihak lain yang memiliki proyek serupa.

“Hentikan dulu tidak ada sanksi hentikan pembangunan dan pemasaran, kita berharap tidak lakukan aktivitas pembangunan. Ini bisa menjadi pidana penipuan menjual sesuatu yang belum jelas legalitasnya,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita