Selasa, 19 Januari 2021

Dari Usaha Kacang Bawang dan Roti, Istiqror Ibadah Haji Sekeluarga

Dari Usaha Kacang Bawang dan Roti, Istiqror Ibadah Haji Sekeluarga

Foto: Dari usaha roti basah ini Istiqror bisa berangkat ke tanah suci bersama istri dan anaknya. (krjogja)

Purworejo, Swamedium.com — Jika Allah SWT sudah datang memanggil ke Tanah Suci, DIA akan mudah melapangkan rejeki umatNYA. Seperti yang dialami Muhammad Istiqror, calon haji (calhaj) asal RT 01 RW 03 Desa Krandegan Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah.

Banner Iklan Swamedium

“Alhamdulillah, Tuhan mengabulkan doa kami,” ujar Istiqror .

Impian pergi haji itu mulai dipasangnya setelah di menikah tahun 1998. Pasca kerusuhan tahun 1998, usahanya bangkrut. Waktu itu usahanya berupa jualan solar, operator sawah, hingga sablon.

Melihat prospek usaha sablon semakin muram, Istiqror dan istrinya memutar otak dan bersiasat. Bagi mereka, impian haji tidak boleh tenggelam hanya karena masalah ekonomi. Mereka pun mulai banting setir mencoba usaha makanan kecil.

“Mulainya sekitar tahun 2004, istri beli dua kilo kacang, dibuat kacang bawang dan dijual keliling. Lalu pelan-pelan coba buat roti basah,” katanya seperti dilansir KRJogja.

Mereka memasarkan produk secara manual dengan keliling ke tetangga, bahkan sampai ke Kota Purworejo. Sejak tahun 2004 pula, Istiqror mulai menyisihkan penghasilannya ditabung di celengan plastik.

“Namun impian berhaji tetap kami pegang. Bahkan kala itu saya buat tulisan motivasi yang ditempel di lemari. Berisi kami sekeluarga bisa berhaji, setiap hari kami berdoa,” ujar Istiqror,

Pelan-pelan usaha mereka berkembang. Pundi dalam celengan terus bertambah, lalu disimpan di bank.

“Dana belum cukup, tetapi ternyata ada jalan berupa dana talangan haji dari sebuah bank pada 2011 dan saya ambil kesempatan itu untuk mendaftar bersama istri. Awalnya masih bingung bagaimana melunasi talangan puluhan juta rupiah itu, tetapi saya yakin kalau ada niat baik, akan dimudahkan,” terangnya.

Benar saja, usaha roti semakin berkembang pesat. Dari hanya pesanan dua loyang, menjadi maksimal seribu dus perhari. Istiqror juga merambah usaha katering dan kambing akikah dengan jumlah karyawan 15 orang. Tahun 2013, ia kembali mendaftarkan ibunya, Sutinem (83) dan Zakki Al Haydar menjadi calhaj.

Namun Sutinem tidak bisa berangkat tahun 2017. Istiqror berusaha memajukan keberangkatan Sutinem dan Zakki, namun hanya Zakki yang berhasil. Alhasil, Zakki menjadi calon haji termuda Purworejo.

Ketiganya bakal berangkat ke Asrama Haji Donohudan Boyolali pada 14 Agustus 2017.

“Apa yang kami yakini adalah, Allah selalu menolong umatnya. Haji kado istimewa dan kami bersyukur atas rezeki ini,” tandasnya. (*/d)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita