Thursday, 25 April 2019

Ombudsman: TKI Pra Penempatan Asal Jatim Minim Sosialisasi

Ombudsman: TKI Pra Penempatan Asal Jatim Minim Sosialisasi

Foto: Ombudsman RI temukan TKI pra penempatan di Jatim masih minim sosialisasi. (Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com Untuk mencegah adanya Human Trafficking di Jatim khususnya dalam penempatan pra TKI, Ombusman Republik Indonesia (ORI) turun ke Jatim dalam beberapa hari belakangan. Hasilnya, ORI menemukan masih banyak penempatan TKI asal Jatim masih minim mendapatkan sosialisasi dari pihak berwenang.

Hal itu, dikatakan anggota ORI Ninik Rahayu, tidak sesuai dengan Perda No. tahun 2016 tentang Perlindungan dan Penempatan TKI dan Pergub No.17 tahun 2017.

”Fakta di lapangan masih ada beberapa daerah yang belum melaksanakan aturan Perda itu dengan baik. Bahkan masih dijumpai adanya standar ganda pelayanan bagi calon TKI. Kalau personal dilayani LPTSP tapi kalau lewat BP3IS dilayani LP3TK. Padahal harusnya pelayanan itu dilakukan satu atap tidak ada diskriminasi,” tegas Ninik di sela-sela hearing dengan DPRD Jatim di Surabaya, Kamis (3/8) kemarin.

Ninik mengatakan, pihaknya selama ini sudah beberapa hari turun ke beberapa propinsi antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

”Kelima provinsi itu memiliki jumlah TKI yang besar sehingga menjadi perhatian kami,”ungkapnya.

Sementara itu Ketua Komisi E DPRD Jatim, dr Agung Mulyono mengaku berterima kasih atas masukan dari Ombusmen RI yang sama-sama menjadi pengawas eksternal atas kebijakan pemerintah terkait penempatan TKI di luar negeri.

“Kami sudah berupaya sebaik mungkin membantu calon TKI. Bahkan sampai membuat Perda khusus tentang Perlindungan dan Penempatan TKI,” ungkap politikus Partai Demokrat itu. (Ari)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)