Thursday, 18 July 2019

Dekopin Sebut IMF Lemahkan Kebijakan Pangan Nasional

Dekopin Sebut IMF Lemahkan Kebijakan Pangan Nasional

Foto: Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sujatmoko. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menilai melambungnya harga-harga pangan seperti garam, daging sapi dan cabai menunjukkan sistem logistik dan distribusi komoditas yang karut-marut. Tidak dijalankannya aturan secara konsisten menjadi penyebabnya.

“Ditambah ada permainan oleh sekelompok pedagang yang kemungkinan tahu tentang kebijakan pemerintah terkait dengan kelangkaan sejumlah komoditas,” ujar Ketua Harian Dekopin Agung Sudjatmoko melalui siaran pers, Sabtu (5/8).

Ia mengatakan, sebenarnya jika masalah komoditas diurus dengan benar, maka pangan rakyat tidak akan terjadi masalah. Menurut Agung, negara melalui pelaku usaha koperasi berhasil membangun swasembada pangan. Dampaknya, Indonesia dari negara pengimpor beras terbesar beralih ke pengekspor beras karena surplus.

Saat itu, kata Agung, pemerintah memberikan kebijakan jelas kepada koperasi untuk penyangga hasil panen, memberikan subsidi pupuk ke petani, membangun infrastruktur irigasi dan menugaskan Bulog untuk pengendali logistik dan distribusi beras.
Puluhan tahun dijalankan secara konsisten oleh pemerintah saat itu di bawah Presiden Soeharto, demikian Agung menguraikan.

Lebih jauh Agung menjelaskan, masuknya International Monetary Fund (IMF) telah mengubah kebijakan yang justru melemahkan kebijakan pemerintah dalam membangun swasembada pangan nasional.

Hal itu seperti terlihat dari kebijakan penghapusan subsidi, dan berbagai kebijakan yang justru melemahkan peran pemerintah membangun basis pangan dan pengendalian distribusi pangan rakyat.

“Kebijakan ini sangat merugikan baik bagi rakyat maupun gerakan koperasi yang saat itu dilakukan oleh KUD. Kesalahan itu baru terbukti setelah 20 tahun pasca tumbangnya orde baru. Padahal sebagai bangsa tidak harus merubah semua kebijakan yang ada saat itu jika masih menguntungkan rakyat dan memberikan perlindungan kepada pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat,” jelas Agung.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

  1. Bujang Ayam

    IMF berisi kebijakan yahudi kapitalis. Mereka memang ingin menyengsarakan masyarakat yang mayoritas muslim dengan mencabut semua subsidi sekaligus tidak secara bertahap dgn berbagai alasan spt kemandirian, memacu etos kerja dll. Padahal rata rata pendidikan masyarakat baru mencapai kelas satu SMP. Negara lain spt Qatar malah menyediakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Itulah guna pemerintah, melindungi dan sejahterakan rakyat bukan sebaliknya mencekik dan memiskinkan rakyatnya.

    IMF koq dipercaya dgn kerjasama lagi. Keblinger !!!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (1)