Senin, 03 Agustus 2020

Warga Cibatu, Sebagian Besar Tak Paham Mega Proyek Meikarta

Warga Cibatu, Sebagian Besar Tak Paham Mega Proyek Meikarta

Foto: Salah satu proyek pembangunan apartemen di Meikarta. (Mangucuy/Joko/swamedium)

Bekasi, Swamedium.com — Warga Desa Cibatu, Cikarang, Bekasi, sebagian besar tidak paham dengan mega proyek Meikarta yang berada di sekitar mereka. Hal tersebut terungkap dari hasil obrolan dengan beberapa warga yang ditemui jurnalis warga Swamedium.com.

“Saya tadinya nggak tau Meikarta, taunya apartemen punya Lippo aja gitu, cuman pas liat iklan di tivi jadi tau, negara dalam negara katanya,” kata M (35) seorang warga Cibatu yang berbatasan langsung dengan pagar pembatas proyek Meikarta saat ditemui Selasa (8/8) kemarin.

Foto: Rumah salah satu warga yang dibatasi tembok proyek Meikarta. (Mangucuy/joko/swamedium)

“Gak tau sih, apartemen aja taunya, punya Cina ama Jepang denger-denger,” tutur S (40), warga Cibatu lainnya.

Bahkan, seorang warga berinisial L (70) asal Karawang yang ternyata buta huruf dan sudah mukim di Desa Cibatu sekian lama juga tak paham dengan Meikarta.

“Teu teurang naon Meikarta, da saya mah buta huruf mas (nggak tau apa Meikarta, saya mah buta huruf),” ungkapnya dengan logat Sunda yang kental.

Dari semua warga yang ditemui secara acak, tak satupun yang saat ini memiliki tanah, bahkan rumah yang dibangun sudah menjadi milik Lippo yang dijualnya beberapa tahun lalu.

“Keluarga kami punya tanah seluas 1.240 meter persegi, sudah dijual tahun 2013, karena memang sudah tidak produktif, tanah tegalan. Jadi sebagian besar warga sini seneng aja ketika ada yang mau beli, karena air juga susah kalau mau ditanami,” tutur M yang saat ini berjualan mie rebus, kopi dan makanan kecil.

Warga mengaku sudah menyiapkan tempat tinggal baru jika sewaktu-waktu tanah milik Lippo atau Meikarta ini diambil, saat ini mereka masih bertahan hingga tanahnya benar-benar digusur.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.