Senin, 26 Oktober 2020

Ketika Muslim Rohingya Tak Lagi Dipandang Sebagai Manusia oleh Militer Myanmar

Ketika Muslim Rohingya Tak Lagi Dipandang Sebagai Manusia oleh Militer Myanmar

Foto: Untuk menyelamatkan diri, warga muslim Rohingya harus berjalan kaki berhari-hari dan menyebrangi sungai yang dalam menuju perbatasan Bangladesh. (AP)

Rakhine, Swamedium.com– Jamila Hanan, seorang aktivis hak asasi manusia independen dan direktur kampanye online #WeAreAllRohingyaNow, mengatakan bahwa “operasi militer saat ini jauh lebih besar daripada serangan sebelumnya”.

“Proses dehumanisasi telah mencapai tingkat puncak dengan Rohingya tidak lagi dipandang sebagai manusia Mereka lebih sebagai hama dan penyakit sehingga militer bisa membunuh mereka tanpa ragu,” kata Jamila Hanan seperti diberitakan Al Jazeera, Jumat (8/9).

Menurut Hanan, Pemerintah Myanmar telah secara efektif memberi militer lampu hijau untuk melakukan kekejaman ini.

“Dan dengan masyarakat internasional yang gagal mengutuk kekerasan dan kekuatan regional yang mengincar potensi ekonomi Myanmar, tidak mungkin kita akan melihat penghukuman dalam waktu dekat.”

Sementara itu, dua sumber Al Jazeera menyebutkan pada hari Kamis (7/9) beberapa orang telah ditembak mati di dekat kota Maungdow di Rakhine. Asap tebal terlihat mengepul dari desa Godu Thara setelah pasukan keamanan membakar rumah-rumah yang melarikan diri dari Rohingya.

Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa di desa-desa lain yang terkena dampak kekerasan tersebut, tokoh masyarakat setempat tidak dapat memberikan pemakaman secara Islam setelah para imam melarikan diri ke hutan.

Sumber lain, Anwar (25) –bukan nama sebenarnya—mengatakan ke Al Jazeera bahwa ada “kampanye militer yang ditargetkan terhadap umat Islam”.

“Tentara Myanmar dan ekstremis Buddha secara khusus menargetkan populasi Muslim,” katanya.

“Wanita, anak-anak, orang tua – tidak ada yang terhindar. Situasi terus memburuk, dan pemerintahan Aung San Suu Kyi gagal untuk menaikkan suaranya,” Anwar menambahkan.

Aung San Suu Kyi, mantan tahanan politik penguasa militer Myanmar, sejauh ini belum berbicara secara terbuka mengenai nasib Muslim Rohingya yang melarikan diri.

Foto: Menggunakan perahu mereka menyebrangi lautan untuk bisa masuk ke wilayah aman, negara Bangladesh. (reuters)
Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.