Senin, 26 Oktober 2020

Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan Penangkapan Ustadz Alfian Tandjung

Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan Penangkapan Ustadz Alfian Tandjung

Foto: Konferensi pers Tim Advokasi Alfian Tandjung (TAAT). (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Koordinator Tim Advokasi Ustadz Alfian Tandjung (TAAT), Abdullah Alkatiri mengatakan, pihaknya beserta terlapor bersikap kooperatif selama proses pelaporan hingga persidangan yang dijalani oleh Aktivis anti komunis itu.

“Sesaat sebelum penangkapan Ustadz Alfian Tandjung sempat menolak menandatangani surat penangkapannya, namun saat dijelaskan, akhirnya pengacara bersikap kooperatif dalam hal penangkapan tersebut,” kata Alkatiri kepada wartawan saat melakukan jumpa pers di Sekretariat AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (8/9) siang.

Dia juga menjelaskan mengenai kejanggalan pada proses penangkapan ustadz Alfian Tandjung sesaat setelah kliennya itu dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Surabaya. Alkatiri mengungkapkan, surat penangkapan kliennya itu tidak dilengkapi dengan tanggal eksekusi penangkapan.

“Loh kok begini (titik titik titik) nggak ada tanggal dan harinya yang tertulis di dalam surat penangkapan, terpaksa kami pun juga paham karena kepolisian Polda Jatim langsung mengatakan ketidaktahuannya karena itu merupakan pesanan dari Polda Metro Jaya,” terang Alkatiri.

Dia pun menceritakan kejanggalan lainnya yang TAAT temukan pada saat penangkapan kembali Ustadz Alfian. Alkatiri menyebut seorang petugas hanya menjalankan ‘pesanan’ penangkapan dari Polda Metro Jaya.

“Maaf pak kami dapat pesanan dari Polda Metro untuk menangkap kembali beliau. Nah suratnya itu di kebet kebet oleh pihak kepolisian yang menangkap ustadz, ketika kami minta ditunjukkan, untuk kami buka dan kami baca, setelahnya kami tanyakan di surat itu tak ditulis hari dan tanggal nya,” tutur Alkatiri.

Dia juga mempertanyakan penahanan kliennya itu yang ditempatkan du Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Yang menurut dia, bertentangan dengan pasal yang dituduhkan.

“Pasal yang dikenakan yakni pasal 310 dan pasal 311 yang mana masa hukumannya cuma 1 tahun 4 bulan. Kenapa ditahan di Mako Brimob? Yang harus dibawa ke Mako Brimob hanya teroris, makar dan korupsi,” tegas dia. (Jok/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.