Selasa, 20 Oktober 2020

Meikarta: Kami Tidak Lakukan Marketing, hanya Promosi

Meikarta: Kami Tidak Lakukan Marketing, hanya Promosi

Foto: Pemanggilan pihak Meikarta oleh Ombudsman RI. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Pihak Lippo sebagai perusahaan pengembang Kota Meikarta mengatakan dirinya tidak melakukan proses marketing sampai seluruh perizinan yang diajukan keluar baik oleh Pemkab Bekasi maupun Pemprov Jabar.

Direktur Lippo Cikarang, Ju Kian Salim mengatakan, pihaknya tidak tengah melakukan proses pemasaran, hanya melakukan promosi.

“Kami belum melakukan marketing, hanya promosi,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Ombudsman RI, Alamsyah tertawa dan mengatakan bahwa promosi merupakan bagian dari proses pemasaran.

“Menurut saya promosi ya marketing Pak. Mau ada transaksi atau ngga, bagi saya ini marketing,” kata Alamsyah.

Pihak Lippo mengatakan, melakukan promosi secara masif di berbagai tempat seperti pusat perbelanjaan, stasiun kereta api, dan lain-lain semata hanya memperkenalkan Meikarta kepada masyarakat, namun di sisi lain mereka juga melakukan booking payment dimana masyarakat membayar dengan nominal tertentu sebagai tanda jadi.

“Tidak ada pembayaran, hanya booking saja,” terang Ju Kian.

Namun Ombudsman menyarankan agar masyarakat tidak melakukan transaksi apapun kepada Meikarta, apalagi uang muka.

“Kepada masyarakat sebaiknya saat ini jangan melakukan transaksi apapun,” kata Alamsyah.

Di sisi lain, pihak Lippo mengatakan dirinya tidak tahu menahu soal pelarangan pembangunan yang diimbau oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. Pembangunan yang dilakukannya saat ini dia katakan bukan pembangunan perumahan melainkan fasilitas umum.

“Yang kami bangun taman kok, masa dilarang juga?” Kata Direktur Komunikasi Lippo, Danang.

Sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar telah mengimbau agar pembangunan mega proyek Meikarta dihentikan sementara sambil menunggu segala persyaratan perizinan diterbitkan. (Ima)

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.