Minggu, 25 Oktober 2020

Terungkap, Ada Pergub ‘Tersembunyi’ dalam Pembatasan Sepeda Motor

Terungkap, Ada Pergub ‘Tersembunyi’ dalam Pembatasan Sepeda Motor

Foto: Penyampaian aspirasi Road Safety Association (RSA) ke Fraksi PKS DPRD DKI beberapa waktu lalu. (lucky/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Polemik perluasan pelarangan sepeda motor melintas di ruas jalan Sudirman-Thamrin mengundang reaksi dari masyarakat. Salah satunya dari kelompok yang menamakan diri Gerakan Aliansi Pembatasan Sepeda Motor (GAMPAR).

Gampar terdiri dari 3 elemen masyakarat yaitu LSM Keselamatan Jalan Road Safety Association (RSA), LBH Jakarta, dan Jarak Aman, yang menuntut pencabutan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 195 tahun 2014 yang diteken oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka menilai pergub tersebut diskriminatif.

Untuk kepentingan itu, Jumat (8/9), RSA mendatangi DPRD DKI untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan Pergub tersebut.

Dalam pertemuan itu, perwakilan RSA diterima oleh Sekretaris FPKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani, Humas FPKS DPRD DKI Jakarta Zakaria dan Tenaga Ahli Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ihsan Trianto.

“Pada intinya, RSA meminta perbaikan transportasi publik massal didahulukan. Jangan hanya karena ketidakmampuan Pemprov DKI terhadap pembenahan internal terkait transportasi, tapi yang jadi korban adalah pengguna jalan,” kata insiator Gampar, Rio Octaviano.

Dalam pertemuan itu, RSA disodori Pergub lainnya yakni Pergub Nomor 25 Tahun 2017, yang merupakan revisi dari Pergub Nomor 149 Tahun 2016 yang mengatur tentang Pembatasan Kendaraan Bermotor melalui sistem berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP)

Disebutkan dalam pasal 7, wilayah yang dikenakan ERP adalah :

1. Jalan Sisingamangaraja
2. Jalan Jendral Sudirman
3. Jalan Moh Husni Thamrin
4. Jalan Merdeka Barat
5. Jalan Majapahit
6. Jalan Gajah Mada
7. Jalan Hayam Wuruk
8. Jalan Jendral Gatot Subroto
9. Jalan HR Rasuna Said

Lalu disebutkan pada Pasal 8, kendaraan bermotor yang diperbolehkan melewati 9 jalur di atas adalah mobil penumpang, mobil bus, mobil barang, kendaraan bermotor umum, kendaraan dinas, kendaraan ambulans dan/atau kendaraan jenazah dan kendaraan pemadam kebakaran.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.