Minggu, 25 Oktober 2020

Kesaksian Warganet soal Aksi Bela Muslim Rohingya di Borobudur

Kesaksian Warganet soal Aksi Bela Muslim Rohingya di Borobudur

Foto: Jamaah aksi bela muslim Rohingya di Masjid An Nuur Magelang, Jawa Tengah. (Dok. Forjim)

Jogyakarta, Swamedium.com — Seorang warganet menyampaikan kesaksiannya soal Aksi Bela Muslim Rohingya yang awalnya akan digelar di kawasan Candi Borobudur namun dialihkan ke Masji An Nuur, Magelang di komplek Pemkab Magelang, Jawa Tengah.

Status yang diunggah oleh Azhari Dipo Kusuma melalui akun Facebooknya, Jumat (8/9) sore itu menyebut pihak kepolisian telah menghalangi ikhtiar umat Islam saat ingin mengimplementasikan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Tak hanya itu, dia juga mempertanyakan sikap kepolisian yang menghalangi umat Islam untuk beribadah.

Berikut isi lengkap kesaksian Dipho tersebut.

Rohingnya yang telah membalut hati

Borobudur 7 September 2017. Sholat Maghrib di Masjid An Nuur. Ada 5 shof jama’ah, 3 shof dari padanya para Polisi yang siap berjaga esok hari. Barikade mulai di pasang di beberapa titik. Suasana mulai hening, mereka waspada. Mereka berdo’a, entah untuk siapa namun Imam sepuh di akhir sholat dengan nada bergetar berdo’a untuk Rohingnya. Usianya 70 tahun, dia menangis. Polisi yang bermakmum sangat mungkin tidak mengerti maksudnya, tetap mengaminkan !

Umat Islam sejak 1 hari sebelumnya sudah mulai merayapi jalan jalan secara perorangan maupun berkelompok dengan 1 tujuan : Bela Rohingnya di altar simbol dunia, Borobudur ! Tempat yang tidak pernah diusik Umat Islam sejak dulu. Umat berdatangan bukan untuk menghancurkan namun memberi pesan kepada dunia bahwa dalam amarah tetap punya adab punya etika punya akhlak. Sayangnya aparat selalu memandang curiga namun tidak pernah melakukan hal yang sama terhadap komunis dan Syi’ah yang terbukti secara sah dan meyakinkan lengannya berlumuran darah kaum muslimin.

Kenapa kalian menghadang orang orang yang justru menjalankan “Kemanusiaan yang adil dan beradab” ?
Kenapa kalian menghalangi mereka yang mengulurkan tangan membelai luka yang mematikan ?

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.