Rabu, 21 Oktober 2020

Sebuah Akun Facebook Membongkar Propaganda Rezim Myanmar Soal Rohingya

Sebuah Akun Facebook Membongkar Propaganda Rezim Myanmar Soal Rohingya

Foto: Propaganda oleh rezim Myanmar dibongkar oleh Rohingya Community. (Facebook Rohingya Community)

Jakarta, Swamedium.com — Sebuah akun Facebook Rohingya Community mengunggah status yang membongkar propaganda yang selama ini dilakukan otoritas Myanmar yang menuding kekerasan terjadi terhadap Rohingya dikarenakan ulah mereka membakar rumah-rumah warga Budha. Status itu diunggah Rabu (6/9) lalu.

Dalam foto-foto yang diunggah, terlihat dugaan rekayasa, salah satunya dengan menampilkan beberapa warga mengenakan peci dan kerudung putih saat membakar rumah-rumah. Kemudian foto-foto itu digunakan sebagai propaganda kepada dunia untuk mengelabui.

Selengkapnya isi unggahan itu, setelah diterjemahkan, adalah sebagai berikut:

Propaganda Murah oleh Tentara Myanmar/Budha

Umat Buddha mencoba menciptakan propaganda media baru dengan memperlihatkan skenario atau situasi ini seperti yang terlihat pada foto di bawah ini.

Di sini mereka mencoba untuk mengklaim bahwa “Rohingya sedang membakar rumah-rumah Buddha”. Tapi sebenarnya mereka hanya bertindak menyamar sebagai orang Rohingya dengan mengenakan jilbab di kepala wanita dan peci untuk pria.

Bukti saya adalah sebagai berikut bahwa situasi ini benar-benar palsu atau sengaja dipentaskan dan sebuah propaganda melawan Rohingya untuk menganiaya mereka lebih banyak lagi:

1. Perhatikan peci putih yang dipakai para pria (aktor). Peci terlihat benar-benar masih baru. Di saat seperti sekarang ini dimana nyawa terancam hidup atau mati, orang-orang Rohingya tidak memakai pecinya, mereka sudah tak memikirkan lagi untuk mengenakan peci. Dan bahkan jika mereka mengenakan peci, tidak akan sebersih dan mengkilap seperti di foto.

2. Para wanita dalam foto berusaha menyerupai diri mereka sebagai wanita muslimah Rohingya dengan mengenakan jilbab. Tapi wanita Rohingya tidak pernah memakai jilbab model seperti itu sama sekali. Sangat jelas bahwa mereka bahkan tidak tahu bagaimana memakai kain di kepala mereka.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.