Sabtu, 24 Oktober 2020

Fakta Mengejutkan, Mayoritas RS Mitra Keluarga Tolak Pasien BPJS

Fakta Mengejutkan, Mayoritas RS Mitra Keluarga Tolak Pasien BPJS

Jakarta, Swamedium.com – Kasus meninggalnya bayi Deborah mengungkapkan fakta bahwa baru satu dari 12 cabang Rumah Sakit Mitra Keluarga yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Akibatnya, pasien yang menggunakan fasilitas BPJS ditolak di rumah sakit tersebut.

Direktur Utama RS Mitra Keluarga dr Fransisca D Permatasari mengatakan, dari 12 cabang RS Mitra, baru satu rumah sakit yang terdaftar bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Jadi saat ini kami ada 12, yang bekerja sama dengan BPJS baru satu,” ungkap Fransisca di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (11/9) yang dikutip media.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengurus administrasi agar satu per satu cabang RS Mitra Keluarga bisa mengakomodasi pasien yang menggunakan fasilitas BPJS.

“Kami sedang proses, jadi nanti rencananya berurutan. Sebenarnya itu kan ada prosesnya. Semoga nanti ada yang kedua dan ada dua lagi. Kami ikuti apa yang dilakukan oleh pemerintah,” jelas dia.
Menurutnya, RS Mitra Keluarga Kalideres saat ini sedang memasuki proses menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, lantaran terkendala beberapa hal, pihaknya saat ini belum bisa melaksanakan hal tersebut secara menyeluruh.
Terkait dugaan penolakan untuk merawat Debora di ruang PICU, Francisca menyatakan untuk bisa di rawat di ruang PICU membutuhkan biaya yang tak sedikit. Dia menampik, pihaknya menolak menolong pasien.

“Bahwa yang dimaksud itu sudah dilakukan pertolongan. Sebenarnya kami menyadari di ruang khusus memerlukan biaya besar, sehingga kami memikirkan efektivitas dan efisiensi. Di ruang khusus memerlukan waktu yang cukup lama. Kalau dia pakai BPJS, (biayanya) ringan. Kalau di swasta, peralatan dan fasilitas pasti memang jauh di atas RS biasa,” imbuh dia.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.