Selasa, 20 Oktober 2020

Tinggal di Rusun Kehilangan Pekerjaan, Lalu Diusir

Tinggal di Rusun Kehilangan Pekerjaan, Lalu Diusir

Foto: Senin (11/9) warga rusun melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD DKI mengutarakan keberatannya untuk diusir. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Warga korban gusuran mengaku tak punya pekerjaan setelah dipindahkan ke rusun. Lokasi tempat tinggal dengan sumber mata pencaharian menjadi faktor utama.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Rakyat Miskin, Heri Sunandar menjelaskan perihal kemiskinan yang terjadi pada warga rusun. Sebagian besar kehilangan mata pencaharian akibat dipindahkan terlalu jauh dari tempat tinggal sebelumnya.

“Pekerjaan juga kehilangan, karena apa? Karena mereka ngga bisa membangun pekerjaannya lagi di tempat lokasi baru karena disitu kan perlu adaptasi, kalau ibu-ibu berdagang harus tau lokasi pasar, itu tidak mudah,” terang Heri di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/9).

Heri membeberkan kondisi ekonomi warga rusun yang serba kekurangan. Hal tersebut merupakan dampak dari hilangnya mata pencaharian warga setelah mengalami penggusuran.

“Rata-rata masyarakat berpenghasilan rendah, ada yang tinggal sendiri, ada yang nganggur, ada yang kehilangan mata pencarian karena setelah gusuran, misal gusuran Jakarta Barat dipindah ke Jakarta Timur mereka pastinya akan mengeluarkan biaya lebih entah itu transpor, makan atau apa,” jelas Heri.

Hari ini, Senin (11/9) warga rusun melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD DKI mengutarakan keberatannya untuk diusir. Kedatangan warga diterima oleh tiga anggota dewan dari fraksi Demokrat, Gerindra, dan Golkar.

Rencananya warga akan kembali mendatangi Gedung DPRD pada Kamis (14/9) mendatang untuk meminta jawaban atas tuntutannya hari ini. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.