Minggu, 25 Oktober 2020

Pintu Digembok, Warga Rusun Khawatir

Pintu Digembok, Warga Rusun Khawatir

Foto: Warga rumah susun yang diusir Pemprov DKI menggeruduk DPRD DKI. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Warga Rusun Marunda waswas sebab telah dilakukan penggembokan massal, hari ini, Senin (11/9) akibat mereka menunggak pembayaran sewa.

“Kata teman-teman yang ada di Rusun Marunda, disini ada penggembokan massal tapi keburu kita datang ke sini (Gedung DPRD DKI) lalu kawan-kawan langsung konfirmasi kepada mereka,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Rakyat Miskin, Heri Sunandar membenarkan adanya penggembokan di Rusun Marunda, Senin (11/9).

Akibat adanya penggembokan tersebut, warga menjadi khawatir, namun warga terus mencari cara agar masih boleh tinggal di lokasi tersebut.

“Kondisi mereka ya, mereka waswas karena pada dasarnya mereka itu tidak pasrah tapi mereka mencari bagaimana caranya bisa mempertahankan hak mereka,” terang Heri.

Heri menjelaskan warga menunggak akibat kemiskinan yang dialami pada warga rusun. Sebagian besar kehilangan mata pencaharian akibat dipindahkan terlalu jauh dari tempat tinggal sebelumnya.

“Pekerjaan juga kehilangan, karena apa? Karena mereka nggak bisa membangun pekerjaannya lagi di tempat lokasi baru karena disitu kan perlu adaptasi, kalau ibu-ibu berdagang harus tau lokasi pasar, itu tidak mudah,” terang Heri.

Hari ini, Senin (11/9) warga rusun melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD DKI mengutarakan keberatannya untuk diusir. Kedatangan warga diterima oleh tiga anggota dewan dari fraksi Demokrat, Gerindra, dan Golkar.

Rencananya warga akan kembali mendatangi Gedung DPRD pada Kamis (14/9) untuk meminta jawaban atas tuntutannya hari ini. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.