Sabtu, 17 Oktober 2020

Tak Terima Diusir, Warga Rusun Geruduk DPRD DKI

Tak Terima Diusir, Warga Rusun Geruduk DPRD DKI

Foto: Warga rumah susun yang diusir Pemprov DKI menggeruduk DPRD DKI. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Setelah menerima surat peringatan dari Gubernur DKI Jakarta, warga rumah susun korban gusuran mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Senin (11/9) untuk menyampaikan keberatan mereka atas penggusuran dan pengusiran yang dilakukan Pemprov DKI.

Warga beralasan bahwa penunggakan yang terjadi saat ini merupakan buah dari kebijakan penggusuran yang tidak matang, akibatnya warga jadi kehilangan pekerjaan sehingga menganggur dan tidak mampu membayar tunggakan.

“Betul (ada pengusiran). Jadi ada yang tinggal sampai 7 bulan 8 bulan,” kata salah satu orang warga Rusun Marunda, Eni (38) kepada Swamedium.com, di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Rakyat Miskin, Heri Sunandar menjelaskan kedatangannya hari ini ke Kantor DPRD DKI hari ini. Dia mewakili warga miskin penghuni rusun menuntut pemerintah untuk memberi solusi selain penggusuran yang telah diwacanakan sejak lama. Heri juga menuturkan alasan-alasan warga menunggak pembayaran sewa rusun.

“Hari ini kita bawa kawan-kawan penghuni rusun yang memang mereka itu terancam oleh selebaran yang dikeluarkan oleh Gubernur. Ada point F yang mengatakan bahwa yan telat menunggak cicilan selama 3 bulan akan digusur,” jelas Heri.

Heri membeberkan keadaan penghuni rusun sebelum dia dan para warga menyambangi kantor Djarot pagi ini. Dia mengatakan sebagian rumah telah disegel dan isi rumah telah dikeluarkan.

“Teman-teman yang ada di Rusun Marunda, disana ada penggembokan massal tapi keburu kita datang kesini lalu kawan-kawan langsung konfirmasi kepada mereka. Sudah ada (pengusiran), ada beberapa yang orang-orang tersebut barang-barangnya sudah dipindahkan ke luar padahal mereka baru menunggak sekitar 2 sampai 3 bulan,” terang Heri.

Heri juga menjelaskan perihal kemiskinan yang terjadi pada warga rusun. Sebagian besar kehilangan mata pencaharian akibat dipindahkan terlalu jauh dari tempat tinggal sebelumnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.