Selasa, 20 Oktober 2020

Berperan di ASEAN, Indonesia Dituntut Tegas Bereskan Konflik Rohingnya

Berperan di ASEAN, Indonesia Dituntut Tegas Bereskan Konflik Rohingnya

Foto: Koordinator Pusat Indonesia Tanpa JIL, Akmal Sjafril. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Upaya Pemerintah Indonesia ikut andil dalam menyelamatkan Etnis Rohingya banyak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, namun sebagai negara berpengaruh di ASEAN, Indonesia dituntut lebih tegas menyelesaikan konflik kemanusiaan tersebut.

Peneliti INSISTS, Akmal Sjafril menegaskan bahwa sudah sepantasnya Indonesia memiliki peran besar dalam menjaga perdamaian.

“Karena posisi Indonesia yang sangat penting di Asia Tenggara, maka sudah sepantasnya memiliki peran lebih besar dalam menjaga perdamaian. Kita mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah, tapi tentu berharap pemerintah bisa menekan Myanmar dengan lebih kuat lagi untuk menghentikan segala kekerasan terhadap etnis Rohingya,” kata Akmal kepada Swamedium.com, di Jakarta, Senin (11/9).

Selain menjaga perdamaian, Koordinator Pusat Indonesia Tanpa JIL itu juga mengatakan bahwa Indonesia mesti mengambil bagian dalam mengembalikan kewarganegaraan Etnis Rohingya.

“Pemerintah bisa menekan Myanmar dengan lebih kuat lagi untuk menghentikan segala kekerasan terhadap etnis Rohingya dan mengembalikan kewarganegaraannya,” kata dia.

Akmal yang tengah mengenyam pendidikan di program Doktor Universitas Indonesia itu menjelaskan siapa sebetulnya Etnis Rohingya. Dia mengatakan sebetulnya permasalahan yang tengah terjadi saat ini tak ubahnya seperti konflik Israel yang hendak merebut wilayah Palestina. Etnis Rohingnya bukan satu-satunya warga negara muslim di Myanmar, hanya saja mereka memiliki wilayah yang disebut-sebut memiliki kandungan mineral sebagai kekayaan alam.

“Etnis Rohingya memang bukan satu-satunya etnis Muslim di Myanmar, tapi hanya Rohingya yang diperlakukan dengan sangat kejam. Salah satu karakter Rohingya yang khas adalah bahwa mereka terfokus pada satu wilayah, yaitu Arakan, yang kini dikenal dengan nama Rakhine, terutama di dua kota, yaitu Maungdaw dan Buthidaung. Etnis-etnis Muslim lainnya tersebar di seluruh wilayah Myanmar. Karena itu, cukup masuk akal jika ada pendapat bahwa Rohingya hendak diusir karena wilayahnya hendak direbut. Apa pun alasannya, tentu genosida tidak bisa dibenarkan,” terang Akmal. (Ima/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.