Minggu, 25 Oktober 2020

Dua Jamaah Haji Riau Masih Dirawat di Rumah Sakit Makkah

Dua Jamaah Haji Riau Masih Dirawat di Rumah Sakit Makkah

Foto: Saat jamaah haji sudah mulai kembali ke tanah air, dua jamaah haji asal Riau masih di rawat di rumah sakit, Makkah. (ist)

Makkah, Swamedium.com– Dua orang jamaah haji Provinsi Riau yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 2 Batam, masih dirawat di rumah sakit Mekah; Keduanya dirawat karena respiratory disease (penyakit saluran dan organ pernafasan).

Dua jamaah itu ialah Jarimin binti Tilu Kawik (74) dan Matkarto bin Suhaimi Makmur (69).

Informasi dari petugas TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia) Nofi, di Posko Kesehatan Kloter 18 Hotel An Nisywan, Misfalah Makkah, jamaah Jarimin binti Tilu Kawik beralamatkan Dusun 3 Lubuk Agung RT2/1 13 Lubuk Agung XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Dia sudah lima hari dirawat di KKHI di Aziziah Mekah, dikarenakan respiratory disease (penyakit saluran dan organ pernafasan) dan senility.

“Begitu juga dengan jamaah Matkarto bin Suhaimi Makmur, yang beralamatkan Dusun Purwodadi RT 001/002 Cinta Damai Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, sudah tiga hari dirawat di RS Al Nur Spesialis Hospital Mekah, dikarenakan infeksi paru-paru dan sesak nafas (respiratory disease),” tutur Nofi.

Salah seorang tim dokter TKHI Kloter 18, dr Dian Prawita menyebutkan bahwa infeksi saluran pernafasan menjadi penyakit yang paling sering menyerang jamaah haji, di samping cardiovascular deases (penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah).

“Kedua penyakit inilah yang sering menyerang jamaah haji Indonesia khususnya Riau, bahkan mengakibatkan kematian,” ujarnya.

Untuk mencegah infeksi saluran pernafasan ini, ungkapnya, jamaah mesti menjaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi, istirahat cukup, dan menjaga kebersihan.

“Udara di Tanah Suci sangat panas dan juga lembab, hal ini menyebabkan virus yang menyerang saluran pernapasan bisa berkembang dengan sangat cepat. Karena itu, jamaah mesti selalu menggunakan masker dan menjauhi kerumunan agar tak tertular penyakit infeksi,” pungkas Dian. (Novrizon Burman/jurnalis warga/d)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.