Minggu, 18 Oktober 2020

Fahira: Penolakan Pasien Bayi Debora Bentuk Penghinaan kepada Negara

Fahira: Penolakan Pasien Bayi Debora Bentuk Penghinaan kepada Negara

Foto: Senator Jakarta, Fahira Fahmi Idris. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Sesuai amanat konstitusi, pelayanan kesehatan rakyat dijamin UUD 1945 dan merupakan kewajiban negara. Artinya semua fasilitas kesehatan (faskes) yang berdiri di republik ini, baik yang dibiayai APBN maupun swasta wajib melayani warga negara Indonesia yang sakit.

Ketua Komite III DPD Jakarta Fahira Idris mengatakan, karena negara lewat sistem jaminan sosial sudah menanggung biaya yang harus dikeluarkan faskes termasuk rumah sakit untuk merawat warga negara yang sakit.

“Jika ada faskes termasuk rumah sakit menolak pasien apalagi yang sudah kritis hanya karena uang atau takut pasien tersebut tidak mampu membayar padahal negara sudah menjaminnya, bukan hanya tidak patuh terhadap konstitusi tetapi juga menandakan faskes tersebut tidak percaya dan menghina eksistensi negara,” ujar Fahira di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/9).

Pernyataan Fahira ini menanggapi meninggalnya bayi Debora karena diduga tidak ditangani tepat waktu akibat terbentur biaya di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta.

Dia mengungkapkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai institusi yang menjamin berjalannya sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat terutama bagi yang tidak mampu dan bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan, harus memperkarakan secara hukum rumah sakit yang mengingkari konstitusi dan eksistensi negara dalam menjamin derajat kesehatan warga negaranya.

“Saya minta dengan tegas, Menkes segara perkarakan rumah sakit ini ke jalur hukum secepatnya. Selain diduga kuat melanggar undang-undang, tindakan rumah sakit yang menunda merawat pasien karena uang adalah bentuk pembangkangan terhadap negara,” tegas Fahira.

Senator Jakarta ini juga mengatakan, negara harus hadir dan memastikan pihak yang bertanggungjawab mendapat konsekuensi hukum.

“Jangan sampai ada bayi Debora-Dobora lain. Rakyat butuh ketegasan negara terhadap kasus ini,” tukas Fahira.

Dia juga menekankan, kejadian yang menimpa bayi Debora ini juga harus jadi momentum bagi Pemerintah untuk mengubah mindset banyak kalangan yang masih menganggap bahwa kesehatan merupakan service economic.

“Kesehatan itu bukan service economic artinya harus dapat diakses seluruh masyarakat Indonesia dengan kelas ekonomi apapun. Pemerintah harus tegas kepada faskes dan rumah sakit terutama swasta bahwa bisnis mereka itu bisnis kesehatan yang artinya keuntungan itu urutan kedua karena yang pertama itu nyawa manusia. Jika mereka hanya mengedepankan keuntungan, lebih baik izinnya dicabut saja,” pungkas Fahira. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.