Selasa, 20 Oktober 2020

FKPPI Jatim Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Purnawirawan

FKPPI Jatim Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Purnawirawan

Foto: Ketua Pengurus Daerah XIII FKPPI Jawa Timur Gatot Sudjito. (Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Ketua Pengurus Daerah XIII Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra-Putri Polri (FKPPI) Jawa Timur Gatot Sudjito meminta agar pemerintah bisa meningkatkan kesejahteraan purnawirawan TNI maupun Polri. Salah satunya adalah mewujudkan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTH) bagi para veteran.

“Sesulit apapun kalau itu untuk kemakmuran maka harus kita perjuangkan. Pemerintah kan sudah mewujudkan program bedah rumah tidak layak huni,” katanya saat memperingati HUT FKPPI ke-39 di Surabaya pada Selasa (12/9).

Dia mengatakan, dalam waktu dekat akan berkomunikasi dengan menteri PU Basuki Hadimulyo untuk membicarakan program tersebut. Pasalnya, selama ini masih banyak veteran TNI dan Polri yang rumahnya masuk dalam kategori RTH.

“Kami akan berkomunikasi dengan menteri PU agar RTH bisa dikurangi terutama untuk veteran,” tandasnya.

Menurut dia, pemerintah harus mewujudkan kebijakan yang pro rakyat agar kesenjangan dan kemiskinan di Indonesia bisa diturunkan.

“Negara harus hadir dan program programnya harus pro rakyat. Karena selain menjaga persatuan dan kesatuan, tugas negara adalah mengurangi kesenjangan dan kemiskinan,” tambahnya.

Kedepan, kata Gatot, FKPPI berharap seluruh elemen bangsa tetap menggelorakan nasionalisme dan memegang teguh ideology pancasila dan UUD 45. Pasalnya, jiwa nasionalisme itu adalah elemen penting untuk menghindarkan Indonesia dari fenomena disintegrasi bangsa.

“Kemerdekaan ini adalah karunia Allah yang harus kita jaga. Kesadaran untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan harus terpatri diantara anak-anak Polri dan TNI. Bangsa ini memang menghadapi tantangan disintegrasi bangsa dan bahaya laten komunis,” tandasnya.

Gatot menjelaskan, selain kemiskinan dan fenomena disintegrasi bangsa, ancaman proxy war dari negara asing juga patut diwaspadai.

“Proxy war dari luar juga akan memecah belah bangsa. Ancaman itu nyata karena akan mempengaruhi ideolgi bangsa,” pungkasnya. (Ari)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.