Minggu, 25 Oktober 2020

Hersubeno Arief: Tulislah Daku, Kau Kulaporkan

Hersubeno Arief: Tulislah Daku, Kau Kulaporkan

Foto: Ilustrasi. (ist)

Oleh : Hersubeno Arief

Jakarta, Swamedium.com – Tradisi kita bertukar pikiran, berdebat dan berpolemik bergerak mundur hampir 100 tahun ke belakang.

Para pendiri bangsa jauh sebelum kemerdekaan, biasa berdebat, berpolemik sangat keras. Berbeda idiologi dan pandangan secara tajam, tak mempengaruhi persahabatan, bahkan penghormatan satu dengan yang lainnya.

Kini kritik dianggap sebagai makar. Sebuah sikap perlawanan yang harus segera dibungkam. Kritik dianggap sebagai sebuah kebencian kepada penguasa.

Berhati-hatilah. Anda bisa dilaporkan melanggar UU Informasi dan Transaksi Ektronik (UU ITE), karena menimbulkan perasaan tidak suka, menyebar kebencian dan fitnah.

Apalagi bila menulis yang berkaitan dengan orang dekat, orang yang merasa dekat, atau orang yang sedang mencoba dekat dengan penguasa, bisa-bisa dilaporkan kepada polisi. Apalagi bila sampai mengkritik sang penguasa, atau setidaknya orang yang merasa berkuasa, konskuensinya bisa lebih serius.

Sejumlah jurnalis dan penulis, hari-hari ini terancam diproses hukum. Ada yang dilaporkan karena pencemaran nama baik, menyebar kebencian, tapi ada juga yang dilaporkan hanya karena si pelapor tidak suka kepada si penulis.

Kita nampaknya tengah memasuki “zaman adu tanduk.” Sebuah masa seperti digambarkan dalam cerita fabel, binatang dengan tanduk terkuat lah yang berkuasa. Dia yang menentukan aturan apa yang benar, dan apa yang salah. Kekuatan, kekuasaan adalah hukum itu sendiri.

Situasinya sungguh mengkhawatirkan. Bila terus dibiarkan, negara ini bisa terjerumus menjadi “Negeri Senja”. Sebuah negeri antah berantah, penduduknya digambarkan oleh sastrawan Seno Gumira Ajidarma (2003) hanya berani berpikir dan bicara seperlunya.

Di Negeri Senja warganya hanya berani berpikir di tempat-tempat yang gelap. Di lorong-lorong gelap dan pengab, dimana cahaya senja tidak bisa menembus. Petugas intelijen dengan pandangan mata dan pendengaran yang super tajam mengawasi dengan ketat semua aktivitas warga, termasuk apa yang mereka pikirkan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.