Rabu, 21 Oktober 2020

Jamaah Diimbau Tolak Pailit First Travel

Jamaah Diimbau Tolak Pailit First Travel

Foto: Ilustrasi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Putusan Pengadilan Niaga status penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atas First Travel pada 22 Agustus lalu membawa dilema bagi calon jamaah First Travel. Sebab, status PKPU yang nantinya bisa bermuara pada pernyataan kepailitan First Travel bisa merugikan calon jemaah First Travel.

Saat ini, verifikasi kreditur calon jamaah masih dilakukan dan rencananya berakhir pada 15 September mendatang. Sementara itu, jadwal putusan PKPU akan diambil Pengadilan Niaga pada 29 September 2017.

Keputusan hasil PKPU akan diambil pengadilan jika tidak tercapai perdamaian antara calon jamaah dan First Travel.

“Kemungkinan besar akan terjadi voting para calon jemaah apakah akan menyatakan pailit atau tidak,” kata Kuasa Hukum calon jamaah First Travel dari Advokat Pro Rakyat, Riesqi Rahmadiansyah, Selasa (12/9).

Pemungutan suara akan diambil sebagai solusi karena kemungkinan besar perdamaian tidak akan tercapai. Riesqi mengatakan selama ini, kuasa hukum First Travel selalu bicara di media akan memberangkatkan jemaah hanyalah isapan jempol belaka. Hal itu, tidak ada dalam draft tawaran perdamaian First Travel.

“Dengan cara apa mereka akan memberangkatkan jamaah,” kata Riesqi.

Jika perdamaian tak tercapai, dan para jamaah memilih menyatakan pailit maka akan membawa kerugian lagi bagi jamaah. Status jamaah akan berubah jadi kreditur. Dan tanggung jawab First Travel dilakukan dengan melelang aset First Travel yang disita petugas kepolisian.

“Jumlah aset tersita First Travel saat ini tidak seimbang dengan dana puluhan ribu jamaah,” kata Riesqi.

Saat ini, nilai aset First Travel yang tersita tak mencapai Rp 150 milyar. Sementara dana jamaah yang raib mencapai lebih dari Rp 800 milyar.

Riesqi mengimbau kepada para jamaah First Travel agar mengambil sikap untuk tidak mempailitkan First Travel.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.