Sabtu, 24 Oktober 2020

Perangi Hoax, Jatim Libatkan Kelompok Informasi Masyarakat

Perangi Hoax, Jatim Libatkan Kelompok Informasi Masyarakat

Foto: Wagub Jatim Saifullah Yusuf buka pekan Kelompok Informasi Masyarakat di taman chandra wilwatikta Kab.Pasuruan. (Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang begitu masif membuat informasi palsu atau hoax semakin menyebar luas di tengah masyarakat. Apabila hal ini dibiarkan, dapat berpotensi memecah-belah masyarakat, bahkan mengancam persatuan bangsa. Untuk itu, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) diharapkan dapat menangkal berkembangnya hoax di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ke-IX Jawa Timur Tahun 2017 di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (12/9).

Menurut pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini, KIM dapat mengambil peran sebagai media yang menyediakan informasi yang valid agar menjadi rujukan masyarakat dalam menyebarluaskan informasi yang benar.

“Saya berharap KIM terus memperkuat perannya di tengah masyarakat karena banyak tantangan di depan kita,” ungkapnya.

Tantangan tersebut salah satunya kemajuan teknologi yang pesat. Kemajuan ini, lanjutnya, harus diikuti dan dicermati dengan baik. Masyarakat harus bisa memilih dan memilah mana informasi yang benar dan mana yang palsu. Selain itu, kemajuan teknologi diharapkan membuat kabupaten/kota bisa maju bersama dan tidak ada kesenjangan antara desa dan kota.

“Siapa yang memperoleh informasi terlebih dahulu dialah yang akan jadi pemenang. Untuk itu KIM perlu memanfaatkan teknologi informasi dengan baik, seperti menyebarluaskan kebijakan-kebijakan pemerintah sehingga manfaatnya bisa dirasakan dan ujungnya kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” katanya.

Selain itu, keberadaan KIM diharapkan mampu menjadi wadah dalam mengenali masalah di sekitarnya dengan baik, mencari solusi, mengambil keputusan dan bekerjasama melaksanakan keputusan itu. Dengan menyelesaikan masalah tersebut, maka kemajuan dan kesejahteraan masyarakat akan terwujud.

Perkembangan KIM di Jatim, lanjut Gus Ipul, sangat menggembirakan dan mampu menjadi contoh provinsi lain. Jumlah KIM yang aktif di Jatim hingga saat ini berjumlah 319 kelompok dan merupakan terbesar di Indonesia.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.